Pembangunan Empat Jembatan Baru di OKI Buka Akses dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan

Pembangunan Empat Jembatan Baru di OKI Buka Akses dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Pedesaan

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Pembangunan empat jembatan strategis yang didanai melalui Bantuan Keuangan Bersifat Khusus Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan telah resmi selesai dan berfungsi menghubungkan wilayah-wilayah yang sebelumnya terisolasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam memperlancar mobilitas warga serta mempercepat distribusi hasil pertanian dan perkebunan, yang merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"
Momen pidato peresmian pembangunan infrastruktur jembatan di Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang, Kabupaten Ogan Komering Ilir, sebagai bukti nyata upaya pemerintah dalam memperkuat konektivitas dan mendorong kemajuan ekonomi masyarakat pedesaan. | Heri Yanto, radarkeadilan.com

Keempat jembatan tersebut dibangun di Desa Ulak Jermun Kecamatan Sirah Pulau Padang, Desa Bubusan Kecamatan Jejawi, Desa Gading Sari Kecamatan Mesuji Raya, serta satu titik tambahan di wilayah Mesuji.

Keberadaan infrastruktur ini menjawab tantangan akses yang selama ini menghambat aktivitas sosial dan ekonomi di kawasan pedesaan.

Bupati Ogan Komering Ilir, Muchendi Mahzareki, menyatakan bahwa dukungan dari Pemerintah Provinsi menjadi dorongan nyata untuk mempercepat pemerataan pembangunan di daerah.

Menurutnya, konektivitas yang terbangun akan mempererat hubungan antarkawasan dan membuka peluang ekonomi yang lebih luas bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Alhamdulillah, Kabupaten OKI mendapatkan perhatian besar dalam pembangunan infrastruktur. Empat jembatan ini dirancang untuk memperkuat keterhubungan antarwilayah serta memberikan dampak positif dan berkelanjutan bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Muchendi pada Ahad, 14 Juni 2026.

Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan prioritas utama untuk meningkatkan taraf hidup warga.

Akses yang memadai dinilai sangat krusial guna memperlancar alur hasil bumi dari daerah produksi menuju pasar yang lebih luas.

“Kami terus berupaya memajukan seluruh wilayah Sumatera Selatan. Setiap infrastruktur yang dibangun harus memberikan manfaat nyata dan dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Herman Deru.

Peresmian jembatan baru di Kabupaten Ogan Komering Ilir menandai langkah nyata pemerintah daerah dan provinsi dalam memperkuat konektivitas wilayah, memperlancar akses ekonomi, serta mendukung kesejahteraan masyarakat pedesaan. | Heri Yanto, radarkeadilan.com

Manfaat nyata telah dirasakan langsung oleh warga Desa Ulak Jermun. Kepala Desa Ulak Jermun, Fitrianti, menjelaskan bahwa sebelum adanya jembatan baru, akses yang terbatas sering kali menjadi kendala utama dalam perjalanan maupun pengangkut hasil produksi.

Kini, waktu tempuh jauh lebih singkat dan segala aktivitas berjalan jauh lebih lancar dan efisien.

“Fasilitas ini sangat membantu seluruh warga desa. Perjalanan menjadi lebih mudah, dan pengiriman hasil pertanian serta kebutuhan pokok tidak lagi terhambat,” ungkap Fitrianti.

Pemerintah Daerah juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada keluarga Riera Echo Rienalda yang telah berkenan menghibahkan sebagian lahannya demi kelancaran pembangunan.

Dukungan partisipasi masyarakat dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam menyediakan infrastruktur yang dapat dimanfaatkan secara luas dan berkelanjutan.

Peresmian empat jembatan strategis di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, menjadi tonggak penting pembangunan infrastruktur yang membuka akses antarwilayah, memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat pedesaan. | Heri Yanto, radarkeadilan.com

Melalui pembangunan ini, diharapkan konektivitas antarkawasan di Kabupaten Ogan Komering Ilir semakin kokoh, sehingga mampu mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi sekaligus mewujudkan pemerataan pembangunan yang menyentuh hingga ke pelosok desa(*/Heri)