Setelah upaya pencarian yang dilakukan secara maksimal, tubuh terduga pelaku berhasil ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Dugaan sementara menyebutkan kematian disebabkan oleh tenggelam, namun kepastian penyebabnya masih menunggu hasil pemeriksaan medis dan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan fakta yang akurat.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan, Kombespol Yulian Perdana, SIK, menegaskan bahwa pengungkapan kasus ini tidak berhenti pada penangkapan dua orang pelaku awal.
Penyidik terus mendalami jejak peredaran untuk membongkar jaringan yang lebih luas sekaligus menelusuri sumber asal pasokan barang haram tersebut.
“Kami akan terus melakukan pengembangan kasus secara sistematis dan profesional guna mengungkap seluruh pihak yang terlibat serta memutus rantai peredaran narkotika di wilayah Sumatera Selatan,” tegasnya saat dikonfirmasi pada Selasa, 23 Juni 2026.
Pihak kepolisian juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif mendukung upaya penegakan hukum.
Masyarakat diminta segera melaporkan segala aktivitas yang mencurigakan kepada aparat berwajib, agar tidak menjadi tempat berkembangnya peredaran barang terlarang.
Komitmen pemberantasan narkotika akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan pendekatan hukum yang transparan dan bertanggung jawab.
Langkah ini diambil guna mewujudkan lingkungan yang aman, sehat, dan bebas dari ancaman bahaya narkotika bagi seluruh lapisan masyarakat. (*/Desi)














