Kolaborasi strategis ini diperuntukkan mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik (EV) nasional serta memperluas jaringan infrastruktur pengisian daya publik, termasuk di lingkungan instansi pemerintah.
Penyediaan fasilitas ini merespons tren pertumbuhan pengguna kendaraan listrik yang terus meningkat di seluruh Indonesia, termasuk di lingkungan Kementerian Perdagangan.
Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Budi Santoso, mengapresiasi langkah cepat PLN dalam memenuhi kebutuhan infrastruktur pengisian daya.
“Kami ucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada PLN yang telah menghadirkan fasilitas ini. Fasilitas tidak hanya diperuntukkan bagi pegawai Kementerian Perdagangan, melainkan juga terbuka untuk masyarakat umum yang melintas dan membutuhkan layanan pengisian daya,” ujarnya.
Budi Santoso menambahkan bahwa keberadaan SPKLU diharapkan meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk beralih ke kendaraan listrik.
“Semakin banyak SPKLU yang tersedia, akan semakin banyak orang yang berani beralih ke mobil listrik. Teknologi Ultra Fast Charging memungkinkan pengisian daya selesai dalam waktu 30 menit, sehingga tidak lagi menjadi kendala bagi pengguna,” jelasnya.

Hingga Februari 2026, tiga unit SPKLU masing-masing dengan kapasitas 120 kilowatt (kW) telah mencatat total 2.460 kali transaksi pengisian, dengan energi listrik yang tersalurkan mencapai 62.598 kW.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menyatakan bahwa kolaborasi ini menjadi bagian penting dalam upaya percepatan transisi energi nasional.
“Kolaborasi antara Kementerian Perdagangan dan PLN merupakan bagian dari akselerasi transisi energi – mengubah paradigma dari energi mahal ke murah, emisi tinggi ke rendah, serta bergeser dari energi berbasis impor ke energi berbasis dalam negeri,” ucapnya.
Darmawan menjelaskan bahwa perluasan jaringan SPKLU tidak dapat hanya mengandalkan lahan milik PLN, sehingga kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci utama.
“Lahan strategis untuk pembangunan SPKLU banyak dimiliki oleh kementerian, rumah sakit, pusat perbelanjaan, kantor perbankan, dan fasilitas publik lainnya. PLN siap bekerja sama dengan seluruh pihak untuk memperluas infrastruktur kendaraan listrik di Indonesia,” jelasnya.
Ke depan, PLN bersama pemerintah akan fokus menciptakan ekosistem investasi yang kondusif, agar sektor swasta dan berbagai pihak dapat berpartisipasi aktif dalam pembangunan SPKLU.
“Kami memastikan aspek teknis dan komersial berjalan optimal, sehingga investasi di sektor SPKLU menjadi menarik dan berkelanjutan. Pembangunan infrastruktur EV bukan hanya tugas PLN, melainkan upaya bersama seluruh komponen bangsa untuk membangun ekosistem kendaraan listrik yang kuat di Indonesia,” tutup Darmawan Prasodjo.
Sebagai BUMN kelistrikan nasional, PLN terus berkomitmen dan berinovasi dalam memberikan pelayanan terbaik melalui agenda Transformasi 2.0, dengan visi menjadi salah satu 500 Perusahaan Global Terbaik dan pilihan utama bagi pelanggan untuk solusi energi – mendukung pencapaian Net Zero Emissions (NZE) serta membangun proses bisnis dengan sumber daya manusia berkelas dunia. (*/Yos)
Gregorius Adi Trianto
Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PLN
Telp. 021 7261122
Faks. 021 7227059












