Kegiatan ini dirancang untuk memperkuat akurasi Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai dasar penentu kebijakan dan pemanfaatan layanan publik yang tepat sasaran.
Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional merupakan sistem pendataan terintegrasi lintas kementerian yang menyatukan informasi dari Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial, Program Perlindungan dan Pemberdayaan Keluarga Ekonomi (P3KE) Bappenas, Data Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri, serta data sosial-ekonomi BPS.
Manajer PLN ULP Martapura, Cahyadi Rukmantara, menyampaikan pentingnya sinergi lintas institusi dalam menyelaraskan data pelanggan listrik dengan data kemiskinan.

“Kolaborasi ini memastikan data pelanggan PLN sinkron dengan data kesejahteraan sosial di OKU Timur. Validasi melalui DTSEN akan memperbaharui data sosial dan ekonomi masyarakat secara terpercaya,” jelasnya.
Perwakilan BPS OKU Timur menjelaskan peran lembaga tersebut mencakup penyediaan data dasar, proses validasi, serta pendampingan teknis untuk menjamin kualitas data yang dihasilkan.
Kegiatan koordinasi ini diharapkan mempercepat proses pemutakhiran data di wilayah OKU Timur, selaras dengan program nasional yang mengedepankan tata kelola bantuan sosial transparan dan berbasis data tunggal.
Langkah kolaboratif ini menjadi bukti komitmen bersama seluruh pihak dalam menyajikan data yang akurat, dapat dipercaya, dan bermanfaat bagi kemajuan daerah serta kesejahteraan masyarakat. (*/Yos)












