
Langkah strategis diambil dengan tidak membongkar Pos Pelayanan (Posyan) yang sebelumnya didirikan selama operasi khusus tersebut, melainkan mengalihfungsikannya untuk mendukung pelaksanaan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) guna memastikan situasi keamanan dan kelancaran arus lalu lintas tetap terjaga secara optimal.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihaknya senantiasa mengedepankan pelayanan prima kepada masyarakat, khususnya bagi para pemudik yang sedang kembali ke daerah perantauan.
“Meski Operasi Ketupat telah berakhir, kami tetap melaksanakan KRYD dengan memanfaatkan Posyan yang ada. Ini sebagai bentuk kesiapsiagaan kami dalam mengantisipasi puncak arus balik, terutama pada Sabtu dan Minggu,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Radar Keadilan.

Selain melakukan pengaturan lalu lintas yang terstruktur, petugas juga memberikan berbagai layanan kepada masyarakat, mulai dari bantuan informasi perjalanan, pengamanan di jalur rawan kecelakaan, hingga respons cepat terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Tidak hanya itu, patroli juga ditingkatkan secara signifikan di sejumlah titik rawan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Langkah ini dilakukan guna meminimalisir risiko insiden serta memberikan rasa aman dan nyaman bagi setiap pengguna jalan yang melintas di wilayah Ogan Komering Ilir.
Ia mengingatkan pentingnya menjaga kondisi fisik sebelum berangkat, mematuhi seluruh aturan lalu lintas yang berlaku, serta selalu waspada terhadap kondisi jalan dan lingkungan sekitar.
Dengan berbagai langkah preventif dan responsif yang telah diterapkan, Polres Ogan Komering Ilir berharap arus balik pasca Lebaran dapat berjalan tertib, aman, dan kondusif.
Komitmen untuk tetap siaga penuh meski operasi khusus telah berakhir menjadi bukti nyata dedikasi institusi dalam melindungi dan melayani masyarakat, memastikan setiap perjalanan pulang ke perantauan berjalan lancar tanpa hambatan yang berarti. (*/HS)













