Sebanyak 951 satuan pendidikan menerima perangkat lengkap berupa Papan Interaktif Digital (Interactive Flat Panel/IFP), laptop, serta dukungan internet satelit untuk wilayah dengan keterbatasan jaringan.
Program ini merupakan implementasi langsung dari agenda prioritas nasional dalam mendorong pemerataan kualitas pendidikan melalui inovasi teknologi.
Sebanyak tujuh sekolah di wilayah dengan sinyal jaringan lemah mendapatkan akses internet berkelanjutan melalui layanan satelit, memastikan tidak ada satupun lembaga pendidikan yang tertinggal dalam pemanfaatan teknologi pembelajaran.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ogan Komering Ilir, M. Refly, menjelaskan proses distribusi dan penerapan program telah berjalan sesuai target.
“Sekolah dasar dan menengah pertama telah menerima seluruh perangkat dan memasuki tahap optimalisasi pemanfaatan. PAUD akan menerima alokasi perangkat secara bertahap, dengan target seluruh 560 lembaga akan tercakup dalam tahun ini,” ujarnya saat acara pelatihan pemanfaatan perangkat di SMPN 6 Kayuagung.
Pelatihan teknis bagi guru telah digelar secara berjenjang, dengan sejumlah pendidik yang sebelumnya mengikuti pelatihan tingkat nasional di Jakarta menjadi narasumber utama.
Bupati Ogan Komering Ilir, H. Muchendi, menegaskan program ini menjadi tonggak kemajuan pendidikan daerah yang selaras dengan visi nasional Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam transformasi pendidikan nasional.

“Program ini bukan sekadar pemberian alat, melainkan lompatan kemajuan untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi era digital. Kunci keberhasilan terletak pada kompetensi guru dan pemanfaatan optimal perangkat yang diberikan,” ucapnya.
Bupati juga menyoroti upaya peningkatan kesejahteraan pendidik sebagai bagian tak terpisahkan dari program.
“Kami menerapkan manajemen talenta berbasis kinerja dan prestasi, sehingga setiap pendidik memiliki kepastian karir dan didorong untuk memberikan kontribusi terbaik,” jelasnya.
Dampak positif mulai terasa di lapangan. Guru SDN 1 Desa Jermun Pampangan, Novi, menyatakan pembelajaran kini menjadi lebih interaktif dengan kemampuan menampilkan konten audio visual secara langsung di ruang kelas.
“Siswa menunjukkan minat yang lebih tinggi dan berpartisipasi aktif dalam setiap sesi pembelajaran,” ungkapnya.
Kepala SMPN 7 Sungai Menang, Ratna, menambahkan akses internet satelit telah mengubah kondisi pembelajaran di wilayah terpencil.
“Kami kini memiliki kesempatan yang sama dengan sekolah di kota untuk mengakses sumber belajar digital nasional dan internasional tanpa hambatan jaringan,” katanya.
Dengan dukungan infrastruktur yang memadai dan komitmen yang kuat dari pemerintah daerah, program digitalisasi pembelajaran di Ogan Komering Ilir tidak hanya meningkatkan kualitas pendidikan pada tingkat lokal, namun juga menjadi bukti nyata dari upaya menyelaraskan perkembangan pendidikan daerah dengan kebutuhan era digital yang semakin dinamis. (*/HS)













