Santri As Shofa Belajar Jurnalistik: Pena untuk Perubahan

SWI Bekali Generasi Muda Keterampilan Menulis dan Berkomunikasi Efektif

Banten, Berita, SWI2659 Dilihat

Rajeg, Tangerang, Radar Keadilan Pendopo Ndalem KH Makruf Irsyad Al Quds di Pesantren Technopreneur As Shofa, Rajeg, Tangerang, Banten, bergema dengan semangat belajar pada Rabu (25/6/2025) pagi.

Bukan pelajaran kitab kuning semata, puluhan santriwan dan santriwati mengikuti Diklat Jurnalistik Go to School, program unggulan Sekber Wartawan Indonesia (SWI). Inisiatif ini bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan jurnalistik, menajamkan kemampuan menulis dan komunikasi, serta mendorong mereka menjadi agen perubahan di masyarakat.

Gus Nur Rohman, pemimpin Pesantren As Shofa, menyatakan, “Kami ingin santri mampu menghasilkan karya intelektual dan menyebarkan informasi bermanfaat bagi masyarakat. Jurnalistik, bagi kami, adalah alat untuk itu.”

Caption: Suasana ceria dan penuh semangat dalam kegiatan belajar bersama di Pendopo Ndalem KH Makruf Irsyad Al Quds di Pesantren Technopreneur As Shofa, Rajeg, Tangerang, Banten. Semoga ilmu yang didapat menjadi berkah./radarkeadilan.com

Beliau berharap, diklat ini akan meningkatkan kepercayaan diri santri dalam menyampaikan gagasan dan permasalahan di lingkungan mereka.

“Kemampuan menulis dan berbicara di depan umum akan sangat membantu mereka,” tambahnya.

Imam Suwandi, S.Sos., M.I.Kom., Kepala Diklat dan Litbang DPP SWI, membawakan materi “Pengantar Ilmu Jurnalistik: Lebih dari Sekadar Menulis Berita.”

Baca Juga :  Setelah Abi Quhafa, Qoriah Asal OKI ini Turut Wakili Indonesia di Ajang MTQ Internasional