
“Capaian prestasi ini tidak terlepas dari fondasi kebijakan kemandirian pangan yang kami bangun sejak beberapa tahun lalu,” ujar Deru.
Pada masa pandemi Covid-19 dan tekanan inflasi berikutnya, pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret dengan memperkuat produksi pangan lokal melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP).
“Ketika program MBG beroperasi secara masif, Sumatera Selatan tidak menghadapi kendala kekurangan bahan pangan. Telur, ayam, dan ikan air tawar tersedia secara melimpah karena ekosistem produksi lokal telah terbentuk dengan baik,” jelas Deru.

“Pemenuhan gizi seimbang – mencakup karbohidrat, protein, vitamin, dan serat – menjadi landasan esensial dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi era Indonesia Emas 2045,” ungkap Sony.
Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, pelaksanaan program MBG juga memberikan dampak positif pada perekonomian daerah, karena seluruh bahan pangan yang digunakan dipasok langsung dari petani dan produsen lokal.














