Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Tensi politik di Bumi Bende Seguguk semakin meningkat, usai calon wakil bupati Abdiyanto melemparkan kritikan dengan menyebut 20 tahun pemerintahan di Ogan Komering Ilir (OKI) tidak ada apa–apanya.
Pasalnya, Abdiyanto dengan sadar diri sengaja mengolok-olok pemerintahan OKI sebelumnya dengan mencatut nama-nama mantan Bupati OKI (Iskandar dan Ishak Mekki) di depan khalayak ramai beberapa waktu lalu.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pasangan calon JADI (Dja’far Shodiq-Abdiyanto) merupakan bagian dari Pemerintahan Kabupaten OKI sebelumnya. Tercatat, Dja’far Shodiq merupakan wakil bupati yang mendampingi Bupati Iskandar periode 2019–2024.
Dja’far Shodiq sempat menduduki kursi bupati definitif selama 29 hari setelah dilantik secara langsung oleh Pj. Gubernur Sumsel Agus Fatoni di Griya Agung Palembang, Sabtu (2/12/2023) kala itu. Karena Bupati Iskandar mengundurkan diri untuk maju pada kontestasi Pileg 2024 dan terpilih sebagai anggota DPR RI periode 2024–2029 mewakili dapil Sumsel II.
Menanggapi statement yang dilontarkan oleh Abdiyanto beberapa waktu lalu, Koordinator Serikat Pemuda dan Masyarakat Sumatera Selatan (SPM Sumsel), Yovi Meitaha, turut memberikan komentarnya.
Dirinya menyebut, Abdiyanto tidak ada rasa malu dan tidak sadar diri, mengingat pasangan calon dirinya yaitu Dja’far Shodiq, merupakan bagian dari pemerintahan kala itu.








