Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Dalam upaya memperkokoh integritas dan kedisiplinan internal, Bidang Profesi dan Pengamanan (Bidpropam) Polda Sumatera Selatan melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di lingkungan Polres Ogan Komering Ilir (OKI).
Kegiatan yang berfokus pada pengecekan administrasi, kerapian penampilan, dan pemeriksaan kesehatan ini digelar pada Kamis (23/4).
Tim pengawasan yang dipimpin langsung oleh AKBP Tito Dani tiba di Mapolres OKI dan disambut oleh Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, S.H., S.I.K., M.H.
Kehadiran tim ini merupakan bagian dari agenda pengawasan rutin untuk memastikan seluruh standar operasional dan tata tertib kepolisian tetap terjaga pada level tertinggi.
Pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dan komprehensif terhadap seluruh jajaran personel, mulai dari perwira hingga bintara.
Petugas melakukan verifikasi kelengkapan administrasi dan identitas resmi, meliputi Kartu Tanda Anggota (KTA), Surat Izin Mengemudi (SIM), serta kelengkapan dokumen pendukung lainnya.
Selain aspek administrasi, tim juga menyoroti aspek penampilan fisik, mulai dari kerapian rambut, kesesuaian seragam dinas, hingga ketepatan pemasangan atribut kepolisian.
Sebagai langkah preventif dan afirmatif, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan tes urine secara acak.
Langkah strategis ini diambil untuk memastikan tidak adanya indikasi penyalahgunaan narkotika di kalangan anggota, sekaligus menjamin bahwa personel Polri tetap prima dan bebas dari pengaruh zat berbahaya demi menjaga kepercayaan publik.
Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pengawasan ini sangat krusial untuk memastikan seluruh personel senantiasa bergerak dalam koridor disiplin dan profesionalisme.
“Pengecekan ini penting untuk memastikan seluruh personel tetap berada dalam koridor disiplin dan profesionalitas. Ini juga menjadi pengingat bahwa setiap anggota Polri harus menjaga sikap tampang dan menjauhi pelanggaran, termasuk penyalahgunaan narkoba,” tegas Eko.
Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa hasil dari pemeriksaan ini akan dijadikan bahan evaluasi internal guna peningkatan kualitas kinerja ke depannya.

Disiplin, menurutnya, adalah fondasi utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan berlangsung tertib dan kondusif dengan partisipasi aktif seluruh personel. Tidak ditemukan pelanggaran berat yang mencolok, namun beberapa catatan perbaikan terkait kerapian diberikan sebagai bentuk pembinaan dan perhatian agar kinerja institusi semakin optimal dan terpercaya. (*/HS)









