Penghargaan ini merupakan kali ketiga diterimanya, sekaligus menjadi bukti nyata konsistensi dan visi kuat kepemimpinan dalam mendorong transformasi hijau dan keberlanjutan di seluruh lini operasional perseroan.
Di bawah arahan strategis Darmawan Prasodjo, kinerja pengelolaan lingkungan PLN mencatatkan capaian luar biasa pada tahun 2025. Perusahaan berhasil mengantongi total 11 predikat PROPER Emas dan 35 PROPER Hijau.
Capaian membanggakan ini merefleksikan keberhasilan PLN dalam mengintegrasikan prinsip-prinsip keberlanjutan (sustainability) secara menyeluruh ke dalam setiap aspek bisnis.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
“Kami ucapkan terima kasih yang luar biasa kepada para pimpinan perusahaan. Kepatuhan yang Bapak jalankan berkontribusi sangat besar, mulai dari efisiensi sumber daya, pencegahan pencemaran, hingga kegiatan yang secara langsung maupun tidak langsung membangun ekonomi masyarakat,” ujar Hanif.
Lebih lanjut, Hanif menegaskan bahwa PROPER berfungsi sebagai kompas yang mengarahkan dunia usaha untuk menerapkan prinsip ekonomi hijau.
Penilaian ini tidak hanya sekadar pemenuhan regulasi, tetapi menjadi pendorong agar kinerja industri mampu melampaui standar yang ditetapkan demi masa depan lingkungan yang lebih baik.
Merespons capaian tersebut, Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi motivasi bagi seluruh insan PLN untuk terus berinovasi.
“Terima kasih kami sampaikan kepada Kementerian Lingkungan Hidup. Bagi PLN, PROPER adalah momentum untuk bertransformasi dari sekadar compliance menjadi leader dalam transisi energi. Komitmen kami adalah menyediakan listrik andal yang tidak hanya andal, tetapi juga ramah lingkungan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tegas Darmawan.
PLN terus memperkuat implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta mempercepat upaya pencapaian target Net Zero Emissions 2060.
Bukti nyata komitmen ini terlihat dari peningkatan signifikan reduksi emisi yang berhasil dicatatkan, yang meningkat dari 12,9 juta ton CO2 pada tahun 2021 menjadi 51,1 juta ton CO2 pada tahun 2025.
Selain itu, kapasitas energi baru terbarukan (EBT) yang dikelola telah mencapai sekitar 9,4 Gigawatt (GW). PLN juga terus berinovasi melalui pengembangan teknologi Green Hydrogen Plant (GHP) yang kini telah beroperasi di 22 lokasi dengan total kapasitas 203 ton per tahun, menjadikan PLN sebagai pelopor teknologi hidrogen hijau di kawasan Asia Tenggara.













