Gelar Coffee Morning, Kapolda Sumsel Tegaskan Juragan Polisi Adalah Masyarakat

Gelar Coffee Morning, Kapolda Sumsel Tegaskan Juragan Polisi Adalah Masyarakat

Spread the love
         
 
  
                 
   
Palembang, Radar Keadilan Instansi Kepolisian Republik Indonesia di Sumatera Selatan menegaskan posisi masyarakat sebagai pihak yang berhak menilai kinerja aparat penegak hukum, bukan sekadar objek pengamanan.
Sinergi dan fokus menjadi kunci dalam menyusun langkah-langkah strategis untuk meningkatkan kinerja dan pelayanan Polri. Setiap pemikiran dan masukan yang disampaikan menjadi pondasi penting bagi kemajuan bersama demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat. | Andrian, radarkeadilan.com

Penekanan ini disampaikan dalam agenda rutin Coffee Morning yang diadakan pada Kamis pagi, 2 April 2026, di Ruang Transit Gedung Presisi Polda Sumsel, mulai sekitar pukul 08.00 WIB.

banner"970x150"title"970x150"

Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol Sandi Nugroho, menyampaikan arahan tegas kepada para Pejabat Utama terkait pentingnya mengakui masyarakat sebagai ‘juragan’ sesungguhnya bagi institusi Polri.

“Kita harus selalu ingat dan tanamkan, bahwa pelanggan kita, juragan kita adalah masyarakat. Boleh saja kita di internal merasa sudah bekerja dengan baik, tapi pada akhirnya yang berhak menilai adalah masyarakat sebagai juragan kita,” tegasnya.

Komunikasi yang jelas dan arahan yang tegas menjadi pijakan untuk menggerakkan langkah Polri menuju pelayanan yang lebih baik. Setiap pesan yang disampaikan bertujuan untuk menyatukan langkah dan memperkuat komitmen bersama dalam menjaga keamanan serta melayani masyarakat dengan sepenuh hati. | Andrian, radarkeadilan.com

Sebagai bentuk pertanggungjawaban penuh kepada masyarakat, instruksi dikeluarkan untuk membuang sikap anti kritik sepenuhnya.

Pihak kepolisian akan secara proaktif membuka ruang diskusi dan mengundang berbagai elemen masyarakat untuk memberikan masukan langsung.

“Kita akan mengundang sejumlah komunitas masyarakat secara bergiliran, dari mulai yang soft, medium, sampai yang hard. Bahkan, kelompok masyarakat yang selama ini gemar mengkritik polisi pun akan kita undang secara khusus. Kita tidak anti kritik. Justru masukan tajam dari mereka adalah cermin bagi kita untuk terus memperbaiki tata kelola kepolisian di lapangan,” jelas Kapolda.

Agenda diawali dengan paparan teknis komprehensif dari Kepala Biro Logistik Polda Sumsel, Kombes Pol Budi Santosa.

Paparan tersebut membahas tugas pokok dan fungsi bidang logistik Polri, serta optimalisasi penggunaan aset untuk menunjang kelancaran tugas anggota di lapangan.

Seluruh kesiapan logistik, sarana, dan prasarana ditegaskan harus berfokus pada tujuan utama: memberikan pelayanan maksimal dan responsif kepada masyarakat.

Lebih lanjut, instruksi diberikan kepada Direktorat Intelijen Keamanan untuk memfasilitasi pertemuan tatap muka antara polisi dan warga guna merealisasikan pendekatan humanis.

“Jika kita sudah bersinergi, mendengar langsung dari masyarakat selaku juragan kita, kita bisa meredam berbagai potensi konflik sejak dini. Harapannya, ketika kita membutuhkan dukungan dalam bertugas, masyarakat sudah merasa menjadi satu bagian tim pemelihara Kamtibmas bersama Polri,” pungkasnya.

Logistik bukan sekadar anggaran dan pengadaan – melainkan wajah kesediaan Polri untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Saatnya terus mengoptimalkan setiap aspek guna menjaga kesiapan dan profesionalisme dalam menjalankan tugas. | Andrian, radarkeadilan.com

Posisi masyarakat sebagai juragan polisi yang ditegaskan dalam acara ini menjadi landasan bagi perbaikan berkelanjutan kinerja kepolisian, dengan harapan tercipta sinergi yang kuat antara aparat dan warga dalam menjaga ketertiban dan keamanan bersama(*/Andrian)