Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah yang ditandai lonjakan permintaan kebutuhan pokok, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengambil langkah strategis tolak kenaikan harga pangan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah.
Kegiatan ini digelar di halaman Kantor Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DKPTPH) Kabupaten OKI, guna menjamin ketersediaan pasokan sekaligus menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil di tengah peningkatan kebutuhan.
Berbeda dengan kegiatan pasar murah musiman pada umumnya, upaya ini dibangun atas dasar pola kolaborasi lintas sektor yang terstruktur.
Sinergi kuat melibatkan Perum Bulog Wilayah Sumatera Selatan–Bangka Belitung, Perusahaan Daerah Bende Seguguk, pelaku usaha mikro, kelompok tani, hingga pedagang pasar, di bawah koordinasi pemerintah daerah, sebagai bentuk antisipasi tekanan harga yang kerap terjadi mendekati Hari Besar Keagamaan Nasional.
Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten OKI, Alamsyah, menegaskan bahwa keterlibatan beragam pihak menjadi pilar utama sistem pengendalian pangan yang tangguh.
Menurutnya, ketahanan pangan tidak dapat dibebankan semata pada tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan dukungan menyeluruh dari seluruh pemangku kepentingan.
“Sinergi antara pemerintah, Badan Usaha Milik Negara, Badan Usaha Milik Daerah, sektor swasta, dan masyarakat adalah kunci mutlak untuk menjaga kestabilan pasokan dan harga pangan, tidak hanya di wilayah Kabupaten OKI, tetapi juga mendukung keseimbangan di Provinsi Sumatera Selatan secara lebih luas. Menjelang Idul Adha, permintaan sejumlah komoditas strategis pasti meningkat tajam. Oleh karena itu, intervensi pasar melalui Gerakan Pangan Murah ini sangat diperlukan agar daya beli masyarakat tetap terjaga optimal,” ungkap Alamsyah.
Sejalan dengan hal itu, Kepala Dinas KPTPH Kabupaten OKI, Sahrul, menjelaskan kegiatan ini disusun dengan fokus utama pada penyediaan dan penyaluran beragam komoditas pangan, baik bahan pokok maupun kebutuhan pendukung lain, yang disesuaikan dengan kebutuhan riil masyarakat setempat.
Langkah ini ditempuh sebagai upaya nyata menahan laju kenaikan harga sekaligus memastikan setiap warga mudah mengakses kebutuhan pangan berkualitas dengan harga terjangkau.
“Kami laksanakan Gerakan Pangan Murah ini dengan tujuan utama menjamin ketersediaan stok bahan pangan yang aman dan memadai, sekaligus menekan potensi lonjakan harga yang biasanya terjadi mendekati hari raya. Ini adalah bentuk komitmen pemerintah daerah untuk hadir dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” jelas Sahrul.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah komoditas utama dipasarkan dengan harga di bawah rata-rata harga pasar yang berlaku saat ini.
Masyarakat dapat memperoleh beras kualitas baik seharga Rp50.000 per karung, minyak goreng kemasan merek Minyakita seharga Rp11.000 per liter, telur ayam ras seharga Rp22.000 per kilogram, cabai merah seharga Rp45.000 per kilogram, bawang merah seharga Rp40.000 per kilogram, dan bawang putih seharga Rp25.000 per kilogram.
Skema penetapan harga yang lebih terjangkau tersebut merupakan instrumen strategis pemerintah daerah untuk memperpendek jarak antara ketersediaan pasokan dan aksesibilitas masyarakat terhadap kebutuhan dasar.
Gerakan ini menjadi bukti nyata keseriusan Pemkab OKI dalam menyeimbangkan tiga pilar utama ketahanan pangan: ketersediaan pasokan yang aman, harga yang terjangkau, serta stabilitas ekonomi rumah tangga masyarakat di momen penting keagamaan.
Gerakan Pangan Murah ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat dari gejolak harga, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah sebagai pondasi kestabilan ekonomi.
Di tengah persiapan menyambut Idul Adha, langkah kolaboratif ini menegaskan bahwa kesejahteraan masyarakat adalah prioritas utama, dan ketersediaan pangan yang cukup serta terjangkau adalah hak setiap warga yang wajib dipenuhi dan dijaga bersama. (*/Heri)









