Acara yang mengusung tema “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si, sebagai momentum untuk memperkuat sinergi antara institusi kepolisian dan komunitas pekerja dalam menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Sumatera Selatan.
Acara tersebut didampingi oleh Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum, Wakapolda Brigjen Pol Rony Samtana, serta seluruh pejabat utama Polda Sumsel.
Turut menghadiri kegiatan kolaboratif tersebut Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis, dan Wali Kota Palembang Ratu Dewa, yang bersama-sama memperkuat kerja sama antara aparat keamanan dan pemerintah daerah.
Puncak acara ditandai dengan penyematan rompi kepada perwakilan pengemudi ojek online dan pekerja buruh, diikuti dengan deklarasi bersama “Nyago Bumi Sriwijaya Aman Bae” sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah Sumatera Selatan.
Melalui deklarasi ini, komunitas pekerja ditetapkan sebagai mitra aktif Polri dalam sistem community policing, dengan tugas membantu menjaga keamanan lingkungan serta melaporkan potensi gangguan kamtibmas.

Konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia, khususnya Timur Tengah, diperkirakan dapat memengaruhi harga energi dan kondisi ekonomi masyarakat luas.
Oleh karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak untuk menjaga persatuan serta stabilitas sosial.
Kapolri juga mendorong komunitas ojek online untuk memanfaatkan layanan darurat 110 secara optimal dan mengumumkan pengembangan fitur panic button khusus sebagai bentuk peningkatan perlindungan bagi pekerja transportasi berbasis aplikasi.
Selain upaya pengamanan, Polri juga menyampaikan sejumlah program dukungan kepada komunitas buruh dan ojek online, antara lain layanan kesehatan di Rumah Sakit Bhayangkara, pembentukan Desk Ketenagakerjaan di tingkat Polda dan Polres, serta penguatan perlindungan pekerja termasuk jaminan kecelakaan kerja.

Langkah ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri dalam memperluas cakupan pelayanan kepada masyarakat.
Polri akan menyediakan Pos Pengamanan, Pos Pelayanan, dan Pos Terpadu di seluruh jalur mudik guna memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.
Selain itu, perusahaan aplikasi ojek online juga didorong untuk menyediakan program mudik gratis bagi pengemudi sebagai bentuk dukungan sosial terhadap pekerja transportasi.
Peserta apel berasal dari platform transportasi online ternama seperti Maxim, Grab, Gocar, Shopee, dan Gojek. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh organisasi buruh termasuk KSPSI Sumsel 1973, KASBI Sumsel, KSPSI Sumsel AGN, SPPLNI-KPBI, dan NIKUEBA-KSBSI.
Setelah acara berakhir, seluruh peserta menerima bantuan bahan pokok berupa beras, gula, minyak goreng, dan mie instan sebagai wujud perhatian terhadap kesejahteraan pekerja.

“Kami mengajak seluruh komunitas ojek online dan buruh untuk bersama-sama menjaga stabilitas kamtibmas di Bumi Sriwijaya. Sinergi ini adalah komitmen nyata demi Sumatera Selatan yang aman dan kondusif,” tegas Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi Polda Sumsel dalam membangun keamanan berbasis partisipasi masyarakat.
“Polda Sumsel menjadikan komunitas ojek online dan buruh sebagai mitra strategis dalam menjaga keamanan daerah. Partisipasi masyarakat menjadi kekuatan utama dalam menciptakan kamtibmas yang kondusif,” ujarnya.
Acara apel kamtibmas yang menghimpun ribuan peserta ini menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam menjaga keamanan dan stabilitas wilayah, sejalan dengan tema yang diusung untuk menciptakan Bumi Sriwijaya yang aman dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat. (*/Andrian)














