Konfercab VI PCNU OKU: Momentum Penguatan Organisasi, Lahirkan Kepemimpinan Visioner dan Sinergi Pembangunan Daerah

Konfercab VI PCNU OKU: Momentum Penguatan Organisasi, Lahirkan Kepemimpinan Visioner dan Sinergi Pembangunan Daerah

AGAMA, Berita, OKU, SOSIAL2145 Dilihat

Baturaja, Radar Keadilan Pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) VI Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten OKU mendapat apresiasi tinggi dari unsur pemerintah daerah, sekaligus ditetapkan sebagai momen strategis untuk mengevaluasi kinerja, mengonsolidasikan kekuatan, dan mengarahkan langkah organisasi ke masa depan yang lebih maju.

Wakil Bupati OKU, Ir. Marjito Bachri, menekankan kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan tonggak penting dalam memperkuat tekad, semangat, dan komitmen seluruh elemen organisasi dalam menyusun rencana kerja yang lebih bermutu demi kemajuan bersama.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"
Pimpinan daerah, pengurus organisasi, dan unsur terkait berdiri berbaris dalam rangkaian upacara pembukaan Konfercab VI PCNU Kabupaten OKU yang mengusung tema memperkuat ukhuwah serta pengabdian bagi masyarakat. | Untung Wahyudi, radarkeadilan.com

Dalam sambutannya, Marjito menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki kedudukan dan peran yang tak terpisahkan dari perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

Melalui perjuangan para ulama dan tokoh pendirinya, organisasi ini telah memberikan kontribusi nyata dalam membentuk kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai agama, sikap moderat, serta kesadaran kebangsaan yang kuat.

“Keteladanan para pendahulu dan nilai luhur seperti keikhlasan, pengabdian, serta semangat menjaga persatuan dan kerukunan harus terus diwariskan dan dijadikan landasan utama dalam menjalankan roda organisasi di masa kini,” tegasnya.

Wakil Bupati OKU Ir. Marjito Bachri tiba di lokasi pelaksanaan Konfercab VI PCNU Kabupaten OKU, disambut oleh panitia dan unsur keamanan dalam suasana tertib dan khidmat. | Untung Wahyudi, radarkeadilan.com

Lebih lanjut, Wakil Bupati berharap Konfercab VI mampu melahirkan kepemimpinan yang berwawasan jauh ke depan, berorientasi pada kemajuan organisasi, dan senantiasa berpihak pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama dinilai memiliki potensi besar untuk mendukung percepatan pembangunan daerah melalui berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari bidang pendidikan, keagamaan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi warga.

Wakil Bupati OKU bersama unsur pimpinan dan keamanan hadir di panggung utama saat pembukaan Konfercab VI PCNU Kabupaten OKU, dalam acara yang mengusung tema penguatan organisasi dan pengabdian bagi masyarakat. | Untung Wahyudi, radarkeadilan.com

Marjito juga mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota untuk mempererat kerja sama yang harmonis dengan pemerintah daerah.

Tantangan pembangunan yang dihadapi tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah semata, melainkan memerlukan dukungan aktif seluruh elemen masyarakat—termasuk Nahdlatul Ulama yang memiliki akar kuat dan kepercayaan luas di tengah masyarakat.

Sinergi yang kokoh antara pemerintah dan organisasi kemasyarakatan menjadi kunci utama dalam mempercepat terwujudnya daerah yang maju dan sejahtera.

Selain itu, Konfercab VI diharapkan menghasilkan keputusan strategis serta program kerja yang tepat sasaran, mampu menjawab kebutuhan nyata masyarakat, dan selaras dengan visi pembangunan Kabupaten OKU menuju wilayah yang sejahtera, nyaman, dan religius.

Lahirnya kepemimpinan yang amanah, berintegritas, dan berdedikasi tinggi menjadi harapan utama, agar organisasi semakin mampu berkontribusi luas bagi kemajuan daerah dan kemaslahatan umat.

“Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan melahirkan keputusan terbaik yang bermanfaat bagi organisasi, umat, serta seluruh masyarakat Kabupaten OKU secara menyeluruh. Semoga hasil dari pertemuan ini menjadi landasan kuat bagi Nahdlatul Ulama untuk terus berperan aktif dalam membangun kehidupan yang lebih baik, berlandaskan persatuan dan nilai-nilai luhur bangsa,” tutup Marjito dengan tegas. (*/Untung)