
Turnamen yang berlangsung hingga 20 Juni 2026 ini dipusatkan di tiga stadion berstandar lapangan sintetis, yakni Stadion Nambo Jaya, Stadion Porci Cibodas, dan Stadion Mini Cipondoh, menjadi wadah strategis untuk menggali dan mengasah bakat pemain muda.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Tangerang, Kaonang, menilai ajang ini sebagai kesempatan emas bagi para atlet cilik untuk menunjukkan kemampuan terbaik di hadapan para pemandu bakat.
Ia menekankan pentingnya momentum ini sebagai jembatan menuju karier profesional yang lebih tinggi.
Lebih jauh, Kaonang memaparkan bahwa penyelenggaraan turnamen ini berjalan lancar berkat dukungan penuh dari panitia dan seluruh pemangku kepentingan, tanpa menggunakan anggaran dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Sementara itu, perwakilan penyelenggara, Santoso, menjelaskan bahwa Liga Yooscout mempertandingkan empat kategori usia, yaitu U-11, U-13, U-15, dan U-17, dengan masing-masing kategori diikuti maksimal 12 tim.

Melalui sistem kompetisi yang terstruktur ini, diharapkan sistem pembinaan sepak bola usia dini dapat semakin berkembang pesat.
Pemenang dari setiap kategori berhak mewakili Kota Tangerang pada putaran tingkat nasional yang rencananya juga akan digelar di lokasi yang sama pada awal Juli 2026.
Ajang puncak ini akan mempertemukan perwakilan terbaik dari 22 daerah seluruh Indonesia.

Dengan digelarnya turnamen ini, diharapkan proses regenerasi atlet sepak bola terus berjalan optimal, melahirkan generasi baru yang tangguh, berprestasi, dan siap bersaing di level yang lebih tinggi. (*/SMSI Sumsel)










