Lebih dari sekadar pasar malam, acara ini membangkitkan nostalgia masa lalu sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang menjanjikan.
Ribuan warga tumpah ruah di kawasan Tugu Jam Kayuagung pada Jum’at malam (29/8/2025), untuk menyaksikan perayaan yang telah menjadi warisan budaya turun-temurun ini.
Malam Tapai, yang dikenal sebagai pasar malam khas Kayuagung sejak era 1980-an, kini hadir dengan wajah baru yang lebih modern, namun tetap setia pada akar budayanya.
Nostalgia dan Inovasi dalam Satu Malam
Dahulu, Malam Tapai digelar di tepian Sungai Komering oleh para pedagang yang hendak berjualan di Kalangan Kayuagung.
Kini, tradisi itu dihidupkan kembali dengan sentuhan inovatif, menampilkan penjualan makanan tradisional seperti tapai, kuliner tempo dulu dari hasil bumi, serta kerajinan lokal.
Pertunjukan Seni dan Pemberdayaan UMKM
Gelaran yang diinisiasi oleh anak muda Kayuagung dan penggiat media sosial Kayuagung Lipp ini, menyuguhkan beragam pertunjukan seni budaya, mulai dari lagu daerah, teater rakyat “Kereta Mabang Handak”, tarian tradisional, hingga pertunjukan cang incang yang sarat makna filosofis.
Ratusan pelaku UMKM juga turut berpartisipasi dengan membuka stand makanan, kerajinan, dan produk khas OKI yang diserbu pembeli.
Ny. Ike Meilina Muchendi, Ketua TP PKK OKI, memberikan apresiasi khusus kepada kaum ibu yang aktif memberdayakan diri melalui produk kuliner khas.
“Kita ingin anak-anak muda tumbuh dengan kebanggaan terhadap budayanya sendiri,” katanya.
Dampak Positif bagi Ekonomi Lokal
Yanti (43), seorang pelaku UMKM Kayuagung, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya Malam Tapai.

“Alhamdulillah, dagangan saya habis malam ini. Semoga acara seperti ini sering diadakan. Kami para pedagang kecil merasa sangat terbantu,” tuturnya dengan wajah sumringah.
Rafi (19), seorang mahasiswa asal Kayuagung yang baru pertama kali mengikuti Malam Tapai, mengaku terkesan dengan suasana yang kental akan nilai budaya dan kebersamaan.
“Saya kira ini cuma pasar malam biasa, ternyata ada banyak pertunjukan budaya dan makanan tradisional yang jarang saya temui. Seru banget dan bikin saya lebih kenal sama budaya daerah sendiri,” ujarnya antusias.
Komitmen Pemerintah Daerah
Dengan suksesnya Malam Tapai, Pemerintah Kabupaten OKI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga, mengembangkan, dan mempromosikan adat budaya lokal sebagai identitas sekaligus kekuatan ekonomi yang berkelanjutan.
Tradisi ini bukan hanya menjadi kebanggaan masyarakat Kayuagung, tetapi juga aset berharga yang harus dilestarikan untuk generasi mendatang. (*/Red)