Menghadapi keterbatasan anggaran pemerintah daerah, masyarakat dari lima desa bahu-membahu melakukan perbaikan jalan secara swadaya guna memastikan distribusi hasil bumi tetap berjalan lancar.
Kerusakan yang cukup parah terjadi di sejumlah titik, terutama di wilayah Desa Penilikan.
Total terdapat sembilan titik kerusakan berat yang menghambat akses transportasi, mulai dari perbatasan Desa Peninjauan hingga Desa Panji Jaya.
Akibat kondisi ini, kendaraan angkutan barang terpaksa harus mengurangi muatan demi bisa melintas, yang tentu saja merugikan ekonomi masyarakat.
Kepala Desa Penilikan, Amin Hadri, membenarkan hal tersebut saat ditemui di lokasi perbaikan di Blok B Desa Penilikan, Senin (20/04).
“Karena jalannya sudah rusak parah dan menyulitkan mobil angkutan hasil bumi, kami dari lima desa yakni Penilikan, Makartitama, Makarti Jaya, dan Mitra Kencana secara swadaya membeli material untuk memperbaiki jalan,” ujar Amin.
Ia menegaskan bahwa penanganan segera sangat mendesak. Jika dibiarkan, maka roda perekonomian warga akan terhenti total karena tidak adanya jalur alternatif lain.
“Kalau tidak segera diperbaiki, hasil bumi warga tidak bisa keluar dan tidak ada jalan lain,” tegasnya.
Gerakan gotong royong ini tidak lepas dari dukungan Anggota DPRD OKU, Muhammad Abdul Gofur, yang bertindak sebagai penggerak sekaligus menjembatani bantuan alat berat dari PT Pertamina Hulu Energi.
Saat dikonfirmasi terpisah, Politisi Partai Gerindra ini memaparkan alasan di balik langkah swadaya tersebut.
“Kami sudah memperjuangkan usulan warga, namun di tahun 2026 ini Dapil IV OKU yang meliputi Kecamatan Peninjauan, Sinar Peninjauan, Kedaton Peninjauan Raya yang terdiri dari 30 desa hanya dianggarkan Rp 400 juta, itupun bukan untuk perbaikan jalan,” beber Gofur.
Lebih lanjut dijelaskan, anggaran sebesar itu dialokasikan untuk fungsi lain. Sebanyak Rp 200 juta diperuntukkan bagi pembangunan siring atau saluran air di Desa Makartitama, dan sisanya Rp 200 juta untuk Desa Srimulya.
Minimnya anggaran daerah serta efisiensi keuangan dari pusat menjadi faktor utama terbatasnya dana untuk infrastruktur jalan tahun ini.
“Kalau mau menunggu anggaran Pemkab OKU, aktivitas warga bisa terhambat bahkan lumpuh total. Oleh karena itu, saya sangat mengapresiasi kekompakan masyarakat lima desa ini. Semoga dengan perbaikan ini, transportasi pengangkutan hasil bumi kembali lancar dan ekonomi warga terangkat,” tutupnya. (*SMSI OKU)














