Spread the love
Post Views: 3,642
Musi Banyuasin, Radar Keadilan – Di tengah gempuran modernisasi dan tantangan global di sektor pertanian, kehadiran Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) menjadi tumpuan penting dalam menjaga keberlanjutan pertanian di Indonesia. Namun, tak sedikit masyarakat yang belum benar-benar memahami apa itu KTNA, bagaimana sejarahnya, serta peran penting yang diembannya hingga hari ini. Jum’at (25/4/2025).
Sejarah Singkat KTNA
KTNA lahir dari kebutuhan akan adanya wadah komunikasi antar petani dan nelayan yang mampu menjembatani aspirasi mereka kepada pemerintah. Cikal bakal KTNA berawal dari era 1970-an, ketika program penyuluhan pertanian mulai berkembang dan butuh peran serta aktif petani-nelayan dalam mendukung pembangunan pertanian nasional.
Struktur dan Keanggotaan
KTNA memiliki struktur organisasi dari tingkat desa, kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, hingga nasional. Keanggotaan KTNA bersifat sukarela dan terdiri dari petani-nelayan yang aktif, inovatif, dan memiliki pengaruh positif di wilayahnya. Mereka sering disebut sebagai “andalan”, karena dianggap mampu menjadi teladan bagi sesama petani-nelayan.
1.Mitra Pemerintah dalam Penyuluhan Pertanian
2. Peningkatan Kapasitas Petani dan Nelayan
KTNA aktif dalam pelatihan, bimbingan teknis, dan penyuluhan yang bertujuan meningkatkan keterampilan dan pengetahuan petani-nelayan, termasuk dalam hal pertanian ramah lingkungan, agribisnis, dan teknologi pertanian terbaru.
5. Penyelenggara Temu Usaha dan Promosi Produk Petani-Nelayan
Memasuki era digital dan revolusi industri 4.0, KTNA terus beradaptasi. Beberapa daerah sudah mulai memanfaatkan teknologi informasi untuk pemasaran hasil tani, pemetaan lahan, hingga pemanfaatan aplikasi untuk pengendalian hama dan cuaca. KTNA kini bukan hanya pelindung tradisi pertanian, tetapi juga pelopor inovasi berbasis komunitas.
Kesimpulan
KTNA adalah mitra strategis pembangunan pertanian nasional yang tumbuh dari akar rumput, oleh dan untuk petani-nelayan Indonesia. Pemahaman masyarakat terhadap KTNA sangat penting agar sinergi antara komunitas dan pemerintah dapat berjalan lebih efektif, terutama dalam menghadapi tantangan global seperti krisis pangan dan perubahan iklim.














