Palembang, Radar Keadilan – Upaya mengangkat nilai budaya sekaligus mendongkrak perekonomian masyarakat Kabupaten Banyuasin semakin nyata dengan diselenggarakannya pelatihan bertajuk “Pelatihan Teknik Eco Cetak, Teknik Pengilapan Uap, dan Keterampilan Pengolahan Kain Batik Banyuasin Menjadi Tas Oleh‑Oleh Berkualitas”.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., Insinyur ASEAN, di Hotel Emilia, Palembang, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Diselenggarakan atas prakarsa Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah, Perindustrian, dan Perdagangan Kabupaten Banyuasin, pelatihan ini ditujukan khusus bagi para pengurus Persatuan Wanita Dharma Banyuasin.
Berlangsung selama dua hari, yakni mulai tanggal 12 hingga 13 Mei 2026, kegiatan ini diikuti oleh sebanyak 40 peserta yang merupakan pengurus di tingkat kabupaten maupun kecamatan.
Dalam sambutan pembukaannya, Sekretaris Daerah Erwin Ibrahim menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat dan kreativitas para peserta yang secara langsung mempraktikkan seluruh tahapan, mulai dari teknik pewarnaan alami hingga proses pembuatan produk jadi yang siap digunakan maupun dijual.
Ia menegaskan bahwa produk unggulan daerah harus memiliki keberanian dan kemampuan untuk bersaing secara setara dengan produk bermerek nasional maupun internasional.
“Kualitas tas oleh‑oleh yang dihasilkan dalam pelatihan ini sudah terlihat sangat baik dan berpotensi memiliki nilai jual tinggi. Kita memiliki keunggulan berupa bahan baku yang melimpah serta tenaga kerja yang terampil dan berdedikasi. Melalui pelatihan ini, saya sangat berharap lahirnya semangat baru serta tren usaha kreatif di Banyuasin yang mampu memberikan dampak nyata dan berkelanjutan bagi peningkatan taraf ekonomi setiap keluarga,” tegas Erwin Ibrahim.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kegiatan ini tidak boleh berhenti hanya sebagai seremonial semata, melainkan harus menjadi landasan bagi tindakan nyata yang terus berlanjut di lingkungan tempat tinggal masing‑masing peserta.
Ia juga menaruh harapan besar agar para peserta dapat berperan aktif sebagai penggerak dan pembina bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di lingkungan sekitarnya.
“Jangan sampai semangat dan keterampilan yang diperoleh berakhir bersamaan dengan berakhirnya kegiatan ini. Saya menginginkan seluruh peserta mampu menjadi teladan serta pendamping yang tangguh bagi para pelaku usaha setempat, sehingga manfaatnya dapat menyebar lebih luas dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat,” tambahnya dengan tegas.
Untuk menjamin kualitas materi dan keberhasilan pelatihan, panitia telah menghadirkan narasumber yang berkompeten, yaitu Anggi Fitrilia Putri Pratama beserta tim dari Galeri Wong Kito.
Mereka secara terperinci dan mendalam membimbing para peserta menguasai seluruh teknik yang diajarkan, mulai dari penerapan metode eco cetak, teknik pewarnaan dengan bantuan uap, hingga keterampilan mengolah kain batik khas Banyuasin menjadi produk tas oleh‑oleh yang memiliki nilai seni, keunikan, serta mutu yang terjamin.
Melalui kegiatan ini, harapan besar tertanam agar warisan budaya berupa kain batik Banyuasin tidak hanya terus lestari, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi sumber kesejahteraan yang nyata.
Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa potensi kreativitas masyarakat setempat memiliki kekuatan besar untuk mengangkat citra daerah sekaligus menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi yang mandiri dan berkelanjutan di Kabupaten Banyuasin. (*/Sangkut)












