PALI, Radar Keadilan – Pemerintah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melalui Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) mulai menyalurkan bantuan pangan bersumber dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) kepada masyarakat.
Penyaluran tahap pertama yang mencakup periode bulan Februari dan Maret ini secara resmi digelar di Balai Talang Pipa, Kelurahan Talang Ubi Barat, Kamis (23/4/2026).
Bantuan ini diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) PALI, Kartika Yanti, S.H., M.H., yang mewakili Bupati PALI Asgianto, ST, didampingi oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Khairiman.
Program strategis ini bertujuan memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus menjadi langkah antisipatif dalam menghadapi potensi dampak fenomena cuaca El Nino yang berpotensi memicu gagal panen.
Sekda Kartika Yanti menjelaskan bahwa total penerima manfaat yang akan menerima bantuan di seluruh kabupaten mencapai 26.365 Kepala Keluarga (KK).
Setiap keluarga berhak mendapatkan paket bantuan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng bermerek Minyak Kita.
“Bantuan ini merupakan wujud perhatian pemerintah dalam upaya menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Penyaluran dilakukan secara bertahap dan terstruktur guna memastikan tepat sasaran,” ujar Kartika saat memberikan sambutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Khairiman, memaparkan rincian distribusi data penerima di setiap kecamatan.
Sebanyak 11.611 KK berada di wilayah Talang Ubi, 4.054 KK di Penukal, 4.310 KK di Penukal Utara, 2.628 KK di Abab, serta 3.762 KK di Tanah Abang.
Untuk menjamin akurasi data dan mencegah terjadinya penerimaan ganda, pemerintah menerapkan sistem verifikasi berbasis teknologi yang ketat.
Data penerima manfaat sepenuhnya mengacu pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang diterbitkan oleh Kementerian Sosial.
“Setiap warga yang hadir wajib membawa dokumen identitas berupa KTP dan barcode khusus yang akan dipindai oleh petugas. Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang berhak,” tegas Khairiman.
Di lokasi yang sama, Pelaksana Tugas (Plt) Lurah Talang Ubi Barat, Hj. Ritawati Anwar, S.Th.I., M.Si, menyebutkan bahwa di wilayahnya terdapat 1.303 KK yang tercatat sebagai penerima manfaat. Ia melaporkan bahwa proses penyaluran berjalan dengan tertib dan lancar.
Namun, Ritawati juga menyampaikan catatan penting terkait pemutakhiran basis data. Ia berharap ke depannya terdapat mekanisme sinkronisasi data yang lebih dinamis antara kondisi riil di lapangan dengan database pusat.
“Harapan kami, data yang digunakan dapat selalu relevan dan mencerminkan kondisi aktual masyarakat. Saat ini masih ditemui kendala teknis di mana data usulan perubahan—baik karena penerima sudah mampu, pindah domisili, maupun meninggal dunia—belum sepenuhnya terbarukan secara otomatis dari sistem pusat,” ungkap Ritawati.
Melalui program ini, pemerintah berkomitmen terus memantau distribusi pangan agar dapat menjamin ketersediaan dan keterjangkauan harga pangan bagi seluruh lapisan masyarakat, sekaligus memperkuat fondasi ketahanan pangan nasional di tingkat daerah. (*/Nandar)












