
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui program pelatihan kerja terpadu yang membuka peluang magang hingga ke Jepang.
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki, menegaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk mencetak tenaga kerja muda yang kompeten dan siap bersaing di tingkat internasional.
Ia mengajak para peserta untuk memanfaatkan kesempatan emas ini dengan sungguh-sungguh.
“Program ini bukan sekadar pelatihan biasa, tetapi bagian dari upaya kita membekali generasi muda agar bisa menembus peluang kerja global, termasuk magang ke Jepang. Ini kesempatan besar yang harus dipersiapkan dengan serius,” ujarnya.
Oleh karena itu, materi pelatihan disusun agar peserta dapat meningkatkan kompetensi diri secara menyeluruh.
Pelatihan yang dilaksanakan di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten OKI ini berlangsung selama 23 hari, mulai tanggal 16 hingga 23 Mei 2026, dan diikuti oleh 32 peserta.
Materi pelatihan terbagi menjadi dua bidang utama, yaitu keterampilan otomotif dan kemampuan bahasa Jepang, yang disesuaikan dengan kebutuhan industri di negara tujuan.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi OKI, Antonio Romadhon, menjelaskan bahwa program ini merupakan strategi konkret dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus menekan angka pengangguran.
Selain penguasaan hard skill, pelatihan ini juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, etos kerja, serta memperluas wawasan global bagi para peserta.
Pemerintah Kabupaten OKI berharap, melalui inisiatif ini, generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu berkembang menjadi tenaga profesional yang mandiri.

Pengalaman dan keahlian yang diperoleh diharapkan dapat dibawa pulang untuk turut memajukan pembangunan daerah di masa depan. (*/Heri)








