Ucapan yang dinilai tidak pantas tersebut langsung mendapatkan sorotan tajam.
Warga menilai bahwa tutur kata yang dilontarkan oleh seorang wakil rakyat tersebut sangat tidak etis dan tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik.
H Marsudi Budi Yanto, salah satu tokoh masyarakat Lahat, menegaskan bahwa perbedaan pandangan atau kritik terhadap kinerja kepala daerah adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika demokrasi.
Namun, hal tersebut harus tetap disampaikan dengan bahasa yang santun, beradab, dan tetap menjaga batas-batas kesopanan serta etika kenegaraan.
Merespons situasi tersebut, masyarakat mendesak pihak yang bersangkutan untuk segera memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataan yang menjadi bahan pembicaraan publik itu.
Selain klarifikasi, warga juga menuntut adanya permintaan maaf secara terbuka sebagai langkah konkret untuk meredakan ketegangan dan menjaga situasi keamanan serta kondusivitas di wilayah Kabupaten Lahat tetap terjaga dengan baik.










