Pernyataan Anggota DPRD Lahat Picu Polemik, Warga Desak Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Pernyataan Anggota DPRD Lahat Picu Polemik, Warga Desak Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Spread the love
         
 
  
                 
   
Lahat, Radar Keadilan Kontroversi mencuat di Kabupaten Lahat usai pernyataan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat dari Fraksi NasDem, Harlin, yang diduga menyebut Bupati Lahat dengan sebutan “Bupati Pauk” memicu kemarahan dan protes keras dari berbagai kalangan masyarakat.

Ucapan yang dinilai tidak pantas tersebut langsung mendapatkan sorotan tajam.

Warga menilai bahwa tutur kata yang dilontarkan oleh seorang wakil rakyat tersebut sangat tidak etis dan tidak mencerminkan sikap seorang pejabat publik.

Pernyataan tersebut dinilai berpotensi mencoreng citra pemerintahan daerah serta dapat melukai perasaan dan keharmonisan antar-institusi maupun masyarakat luas.

H Marsudi Budi Yanto, salah satu tokoh masyarakat Lahat, menegaskan bahwa perbedaan pandangan atau kritik terhadap kinerja kepala daerah adalah hal yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika demokrasi.

Namun, hal tersebut harus tetap disampaikan dengan bahasa yang santun, beradab, dan tetap menjaga batas-batas kesopanan serta etika kenegaraan.

“Perbedaan pendapat itu wajar, tetapi harus disampaikan dengan bahasa yang santun dan tidak menyinggung,” tegas H Marsudi Budi Yanto, Selasa (14/4).

Merespons situasi tersebut, masyarakat mendesak pihak yang bersangkutan untuk segera memberikan klarifikasi resmi terkait pernyataan yang menjadi bahan pembicaraan publik itu.

Selain klarifikasi, warga juga menuntut adanya permintaan maaf secara terbuka sebagai langkah konkret untuk meredakan ketegangan dan menjaga situasi keamanan serta kondusivitas di wilayah Kabupaten Lahat tetap terjaga dengan baik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan maupun keterangan resmi yang disampaikan oleh Harlin terkait polemik yang melibatkan namanya tersebut(*/SMSI Lahat)