Acara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Provinsi Sumatera Selatan sekaligus Ketua Pordasi Provinsi Sumatera Selatan, H. Herman Deru.
Hadir dalam acara tersebut Ketua Harian Pengurus Provinsi Pordasi Sumatera Selatan, Ratu Tenny Leriva; Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Erwin Ibrahim; Asisten I Pemerintah Kabupaten Banyuasin, Aminuddin; serta sejumlah tamu undangan dari berbagai elemen masyarakat.
Gubernur Sumatera Selatan mengutarakan harapan besar untuk kemajuan dan penyebaran kegemaran berkuda di wilayah Provinsi Sumatera Selatan.
Namun, upaya menjadikan berkuda sebagai aktivitas yang diminati luas oleh masyarakat masih menghadapi tantangan.
“Masyarakat Sumatera Selatan memiliki kebiasaan yang berbeda dengan daerah seperti Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa, di mana berkuda sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari,” jelas Gubernur Herman Deru.

Gubernur menambahkan, persepsi masyarakat yang menganggap berkuda sebagai aktivitas yang mahal tidak sepenuhnya benar.
“Kesan mahal muncul karena sebagian besar orang memilih merawat kuda secara pribadi. Namun, jika menggunakan fasilitas stable bersama atau program bantuan kuda dari Pemerintah Kabupaten, biaya bisa ditekan secara signifikan,” paparnya.
Oleh karena itu, Gubernur meminta pengurus Pordasi pada semua tingkatan untuk aktif menyebarkan informasi bahwa berkuda dapat diakses dengan biaya yang terjangkau.
“Hal ini membuktikan bahwa berkuda tidak selalu identik dengan biaya yang tinggi,” tegasnya.

Sejalan dengan harapan awal yang disampaikan, langkah strategis pengurus Pordasi baru diharapkan dapat membuka akses lebih luas bagi masyarakat untuk mengenal dan mengikuti olahraga berkuda.
Gerakan bersama antara pemerintah daerah, pengurus organisasi, dan masyarakat diharapkan mampu menghapus stigma bahwa berkuda hanya untuk kalangan tertentu dan menjadikannya sebagai bagian dari budaya olahraga yang hidup di Sumatera Selatan. (*/Sangkut)









