Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bergerak sigap menekan api hingga benar-benar padam, dengan tidak adanya korban jiwa dari kejadian yang terjadi di kawasan padat penduduk tersebut.
Kejadian kebakaran pertama kali dilaporkan oleh warga kepada Danru Piket Firmansyah melalui telepon.
Saat itu, salah satu penghuni rumah, Ahmad (anak dari pemilik rumah), mendeteksi bau asap menyengat dari lantai bawah dan menemukan api yang sudah berkobar melalap dinding berbahan papan di lantai atas.
Segera ia memanggil bantuan tetangga dan menginstruksikan warga untuk menghubungi posko Damkar.
Kasat Pol PP Damkar dan Linmas Kabupaten OKI, Hilwen SH., M.Si, mengkonfirmasi kejadian tersebut saat dihubungi redaksi Radar Keadilan melalui pesan WhatsApp.
“Kami langsung turun ke TKP setelah menerima panggilan masyarakat, menerjunkan hampir 30 anggota Damkar dan 3 mobil pemadam kebakaran. Lokasi berada di kawasan padat penduduk dengan jarak rumah yang sangat dekat, namun berkat kerja sama petugas dan warga, kita berhasil meminimalkan kerusakan hanya pada satu rumah yang tidak dapat diselamatkan,” ujarnya.

Petugas Damkar bekerja sama dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Linmas dalam proses pemadaman api yang berlangsung kurang lebih 2 jam.
Setelah sekitar 1 jam lebih dalam penekanan intensif, api berhasil dikendalikan dan akhirnya padam total.
Seluruh armada serta personel telah kembali ke posko, dan kondisi kawasan kini kondusif.
Kerugian yang ditimbulkan meliputi satu unit rumah seluas sekitar 9×12 meter beserta seluruh isi perabotan di dalamnya.
Meskipun tidak ada korban jiwa, warga terlihat segera mencari barang berharga yang mungkin masih dapat diselamatkan dari puing-puing rumah yang terbakar.
Petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Kayuagung juga turut melakukan pemeriksaan mendalam di lokasi untuk mengkonfirmasi penyebab kebakaran.
Saat ini, penyebab utama diperkirakan berasal dari korsleting listrik, meskipun pemeriksaan lebih lanjut masih berlangsung.
Koordinator Piket yang menangani kejadian, Herlison, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kebakaran.

“Kami berkomitmen pada prinsip ‘pantang pulang sebelum api padam jaya’ dan akan terus siap siaga melayani masyarakat kapan saja,” tegasnya. (*/Red)









