Kegiatan peluncuran diadakan dengan tujuan memulai gerakan bersama dalam mengatasi tantangan serius persoalan sampah di wilayah daerah.
Sistem bank sampah berbasis masyarakat mengusung konsep menabung sampah yang telah dipilah secara mandiri.
Sampah bernilai ekonomis seperti plastik, kertas, dan logam akan ditimbang serta dicatat layaknya tabungan, dengan hasil yang dapat ditukarkan menjadi uang tunai atau manfaat lainnya sesuai dengan nilai yang terkumpul.
“Kita berada dalam kondisi darurat sampah. Karena itu, diperlukan gerakan bersama dari semua pihak untuk mengatasinya,” jelas Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Pentingnya memulai gerakan dari lingkungan internal pemerintah dan organisasi ditegaskan sebagai contoh nyata bagi masyarakat luas.
“Jika ingin gerakan ini berkembang besar, maka harus dimulai dari instansi dan organisasi. Dari situ akan menular ke masyarakat,” tambah Bupati.

Program Bank Sampah PKK Lestari terbuka secara luas untuk seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada pengurus organisasi PKK saja.
Inisiatif ini mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadi nasabah sekaligus berkontribusi aktif dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan hidup.
“Kami ingin mengajak masyarakat menjadi nasabah bank sampah sekaligus berkontribusi menjaga lingkungan,” ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Kegiatan penimbangan sampah yang dilakukan secara rutin diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran kolektif serta memperkuat semangat gotong royong di antara masyarakat.
“Kegiatan ini bukan hanya soal kebersihan, tetapi juga memberi nilai tambah bagi ekonomi keluarga,” jelas Ketua Tim Penggerak PKK.
Penukaran sampah dapat dilakukan di dua lokasi dengan jadwal yang telah ditetapkan: di Kantor PKK Kabupaten Ogan Komering Ilir setiap hari Selasa dan Kamis pukul 10.00–12.00 WIB, serta di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ogan Komering Ilir setiap hari Jumat pukul 09.00–11.30 WIB.
Program ini bertujuan mengubah pola lama pengelolaan sampah yang selama ini cenderung mengikuti alur kumpul-angkut-buang.
Melalui sistem bank sampah, pola baru diusung berupa kumpul-pilah-angkut-buang, sehingga volume limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan.
“Melalui bank sampah, kita dorong perubahan menjadi kumpul, pilah, angkut, baru dibuang, sehingga beban tempat pembuangan akhir dapat berkurang,” jelas Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Pemerintah daerah berharap Bank Sampah PKK Lestari dapat menjadi model percontohan bagi pembentukan unit bank sampah di berbagai tingkatan, mulai dari organisasi perangkat daerah, sekolah, desa, hingga kecamatan.
Langkah ini diharapkan dapat mengintegrasikan upaya pengelolaan sampah secara menyeluruh, sehingga tidak hanya menekan volume limbah tetapi juga menciptakan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.














