Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Program Bank Sampah PKK Lestari resmi diluncurkan sebagai inisiatif kolaboratif untuk mengubah paradigma pengelolaan sampah rumah tangga menjadi aktivitas yang bernilai ekonomi, sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
Kegiatan peluncuran diadakan dengan tujuan memulai gerakan bersama dalam mengatasi tantangan serius persoalan sampah di wilayah daerah.
Sistem bank sampah berbasis masyarakat mengusung konsep menabung sampah yang telah dipilah secara mandiri.
Sampah bernilai ekonomis seperti plastik, kertas, dan logam akan ditimbang serta dicatat layaknya tabungan, dengan hasil yang dapat ditukarkan menjadi uang tunai atau manfaat lainnya sesuai dengan nilai yang terkumpul.
“Kita berada dalam kondisi darurat sampah. Karena itu, diperlukan gerakan bersama dari semua pihak untuk mengatasinya,” jelas Bupati Kabupaten Ogan Komering Ilir.
Pentingnya memulai gerakan dari lingkungan internal pemerintah dan organisasi ditegaskan sebagai contoh nyata bagi masyarakat luas.
Langkah awal ini diharapkan dapat menjadi katalisator yang menyebarkan kesadaran dan praktik baik dalam pengelolaan sampah ke seluruh lapisan masyarakat.
“Jika ingin gerakan ini berkembang besar, maka harus dimulai dari instansi dan organisasi. Dari situ akan menular ke masyarakat,” tambah Bupati.
Program Bank Sampah PKK Lestari terbuka secara luas untuk seluruh lapisan masyarakat, tidak terbatas pada pengurus organisasi PKK saja.














