Bukber dan Sholat Magrib Bersama Hidupkan Nilai Kemanusiaan di Rutan Sat Tahti Polres Ogan Komering Ilir

Bukber dan Sholat Magrib Bersama Hidupkan Nilai Kemanusiaan di Rutan Sat Tahti Polres Ogan Komering Ilir

Spread the love
         
 
  
                 
   
Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Bulan suci Ramadan menyajikan dimensi mendalam yang melampaui ibadah menahan lapar dan dahaga; momentum tersebut menghidupkan empati, memperkuat tali kebersamaan, dan menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap aspek kehidupan.
Dalam suasana bulan Ramadan, Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto bersama personelnya berinteraksi secara langsung dengan para tahanan Rutan Sat Tahti Polres OKI. Kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri untuk memberikan pembinaan dan menyampaikan pesan tentang pentingnya introspeksi serta kesempatan untuk memperbaiki diri di hadapan Sang Pencipta.| HS, radarkeadilan.com

Momen tersebut terewujud secara nyata melalui kegiatan buka puasa dan sholat Magrib berjamaah yang digelar di Rumah Tahanan (Rutan) Satuan Tahanan (Sat Tahti) Polres Ogan Komering Ilir (OKI) pada Minggu, 1 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 17.30 Waktu Indonesia Barat (WIB) dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) OKI, AKBP Eko Rubiyanto, SH., SIK., MH. Kegiatan tersebut diikuti seluruh tahanan yang menjalani proses hukum dan personel jaga tahanan Sat Tahti.

Lingkungan Rutan yang biasanya dikenal dengan sistem pengamanan ketat dan prosedur terstruktur bertransformasi menjadi suasana hangat yang sarat akan kekeluargaan.

Kegiatan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan manifestasi nyata kepedulian institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) melalui Polres OKI dalam menerapkan pendekatan humanis.

Para tahanan mendapatkan hak penuh untuk melaksanakan ibadah dan merasakan kemuliaan bulan Ramadan dengan khidmat, sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Para tahanan dan personel Rutan Sat Tahti Polres OKI bersama-sama mengangkat tangan dalam doa saat buka puasa di bulan suci Ramadan. Momen penuh khidmat ini menyampaikan pesan bahwa setiap individu berhak meraih keberkahan dan kesempatan untuk introspeksi diri, sebagai bagian dari pendekatan humanis Polri dalam membangun kesatuan dan nilai-nilai kemanusiaan.| HS, radarkeadilan.com

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres OKI menyampaikan pesan bahwa Ramadan menjadi periode introspeksi diri bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

“Ramadan adalah momentum strategis untuk melakukan perbaikan diri. Setiap individu, tanpa memandang latar belakang dan kondisi, selalu ditempatkan pada peluang untuk meraih rahmat Allah SWT melalui pintu taubat yang terbuka lebar. Kami komitmen memastikan saudara-saudara di Rutan Sat Tahti tetap mendapatkan pembinaan rohani dan perlakuan yang sesuai dengan prinsip kemanusiaan,” jelas AKBP Eko Rubiyanto.

Setelah acara buka puasa yang penuh kehangatan, kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan sholat Magrib berjamaah.

Momen tersebut menjadi simbol kuat bahwa di hadapan Sang Pencipta, seluruh manusia berdiri pada kedudukan yang sejajar – tanpa pembatasan jabatan, status sosial, maupun kondisi hukum; hanya sebagai hamba yang memohon ampun dan keberkahan.

Keterlibatan personel jaga tahanan dalam kegiatan ini menunjukkan bahwa tugas pengamanan tidak mengesampingkan sisi kemanusiaan.

Bulan Ramadan justru memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan empati sebagai bagian integral dari pembinaan mental dan spiritual bagi seluruh pihak.

Kegiatan semacam ini membawa makna yang lebih dalam.

Penegakan hukum dijalankan dengan ketegasan dan profesionalisme, namun pendekatan humanis menjadi fondasi krusial dalam membangun kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Suasana hangat menghiasi momen buka puasa bersama di Rutan Sat Tahti Polres OKI, di mana Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto bersama para tahanan berkumpul meramaikan bulan suci Ramadan. Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian Polri dalam memastikan setiap individu mendapatkan kesempatan merasakan kemuliaan Ramadan dan merenungkan nilai-nilai kemanusiaan serta kesempatan untuk memperbaiki diri.| HS, radarkeadilan.com

Rutan tidak hanya berperan sebagai tempat menjalani proses hukum, melainkan juga berfungsi sebagai ruang refleksi diri dan pembinaan untuk masa depan yang lebih baik.

Melalui pelaksanaan buka puasa dan sholat Magrib bersama, Polres OKI menunjukkan bahwa kehadiran Polri tidak hanya sebagai aparat penegak hukum, melainkan juga sebagai pembina dan pengayom masyarakat secara menyeluruh – termasuk bagi mereka yang sedang menjalani masa tahanan.

AKBP Eko Rubiyanto, Kapolres OKI, menyampaikan pesan tentang nilai-nilai Ramadan dan pentingnya perbaikan diri dalam kegiatan berkumpul bersama para tahanan Rutan Sat Tahti Polres OKI. Momen ini menjadi bukti nyata pendekatan humanis Polri dalam memberikan pembinaan rohani dan perlakuan yang manusiawi bagi seluruh pihak tanpa memandang status.| HS, radarkeadilan.com
Ramadan mengajarkan bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan untuk memperbaiki diri, dan di Rutan Sat Tahti Polres OKI, pesan tersebut disampaikan bukan hanya melalui ucapan, melainkan melalui tindakan konkrit yang menghidupkan nilai-nilai kemanusiaan; semangat yang selaras dengan esensi bulan suci yang menyatukan seluruh umat(*/HS)