Kegiatan yang digagas kolaboratif dengan pemerintah daerah ini menjadi bukti konkret bahwa Generasi Z siap mengambil peran sentral dalam menjaga kelestarian lingkungan sebagai investasi untuk masa depan bersama.
Pemerintah daerah melihat keterlibatan generasi muda sebagai kunci utama dalam mengubah pola pikir masyarakat terkait kebersihan dan kelestarian alam.
“Generasi Z memiliki peran strategis sebagai agen perubahan. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas pemuda seperti Green Generation harus terus diperkuat agar kesadaran menjaga lingkungan tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
Pemimpin daerah tersebut juga mengungkapkan langkah berkelanjutan yang akan ditempuh melebihi aktivitas pembersihan.

#GenZUntukLingkungan #PemerintahBersamaMasyarakat #DutaLingkunganOKI #KelestarianSungai
“Sasaran ke depan adalah sekolah-sekolah, mulai dari SD, SMP hingga SMA. Jika sejak dini anak-anak dibiasakan peduli lingkungan dan memahami pentingnya memilah sampah, maka kebiasaan baik ini akan terbawa hingga dewasa,” jelas Muchendi.
Sementara itu, Ketua Green Generation Kabupaten OKI, Deskia (Kia), menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja utama organisasi.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Gen Z mampu mengambil peran langsung dalam menjaga lingkungan. Sungai merupakan sumber kehidupan masyarakat, sehingga kebersihannya menjadi tanggung jawab bersama,” katanya.
Ia berharap aksi ini dapat menjadi pemicu bagi kesadaran masyarakat yang lebih luas dan awal dari gerakan hijau berkelanjutan di wilayah OKI.
“Semoga kegiatan ini membawa manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat serta menjadi tonggak awal yang menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk turut berperan dalam menjaga kebersihan sungai dan membangun masa depan hijau bagi Kabupaten OKI,” pungkas Kia. (*/Red)












