Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan – Kondisi infrastruktur jalan di Kabupaten OKI yang memprihatinkan menjadi sorotan utama dalam kunjungan kerja Komisi IV DPRD Provinsi Sumatera Selatan. Rabu (9/7/2025), Komisi IV, dipimpin Ketua M. Yansuri, melakukan monitoring Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dan mendengarkan langsung keluhan Bupati OKI, H. Muchendi.
Bupati Muchendi mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi 28% ruas jalan di OKI yang rusak dari total 151 ruas jalan sepanjang 1.467,648 Km.

“Perbaikan infrastruktur jalan, khususnya jalan provinsi, menjadi prioritas utama kami untuk menunjang perekonomian dan mobilitas masyarakat,” tegas Bupati Muchendi.
Ia merinci empat ruas jalan provinsi yang kritis: Batas Kabupaten Banyuasin – Celikah (40,40 Km), Sp. Penyandingan – Batas Kabupaten OKUT (24,20 Km), Lubuk Seberuk – Sumbu Sari – Mataram Jaya (22,28 Km), dan Dabuk Rejo – Batas Kabupaten OKUT (15,20 Km). Data ini bersumber dari UPTD Jalan dan Jembatan OKI-OI PUTR Provinsi Sumsel.
Sejak 2022, OKI telah menerima Rp87 miliar dari BKBK Provinsi Sumsel. Namun, Bupati Muchendi berharap alokasi tersebut difokuskan pada perbaikan jalan provinsi yang mendesak.
“Kami berharap komunikasi intensif ini berbuah peningkatan anggaran BKBK untuk perbaikan infrastruktur jalan di OKI,” harapnya.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Sumsel, M. Yansuri, menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan aspirasi tersebut.
“Komisi IV siap mengawal dan memastikan bantuan provinsi untuk perbaikan infrastruktur jalan di OKI terealisasi,” tegas Yansuri.
Ia menekankan komitmen untuk terus mendorong realisasi program BKBK guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat OKI. (Red)











