Kapolri Apresiasi Polda Sumsel, Malam Takbiran Aman Dengan Penurunan Kecelakaan dan Kriminalitas

Kapolri Apresiasi Polda Sumsel, Malam Takbiran Aman Dengan Penurunan Kecelakaan dan Kriminalitas

Spread the love
         
 
  
                 
   
Langkah-langkah tersebut mencakup rekayasa lalu lintas untuk antisipasi puncak arus balik pada 24 Maret 2026, pengawasan ketat keselamatan di kawasan wisata air, edukasi pemudik terkait kesiapan perjalanan termasuk saldo kartu tol, serta pengamanan terhadap lonjakan arus masyarakat pasca Salat Id menuju destinasi wisata.

Semua upaya bertujuan memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan terkendali pada fase pasca Lebaran.

Performa Operasi Ketupat Musi 2026 menunjukkan tren positif yang menggembirakan.

Data resmi mencatat penurunan kasus curanmor sebesar 57 persen, dari 30 kasus menjadi 13 kasus. Sementara itu, kasus narkoba menurun tajam hingga 50 persen, dari 14 kasus menjadi 7 kasus.

Capaian ini menjadi bukti nyata keberhasilan pengamanan yang dilakukan secara masif dan terukur.

Sebanyak 2.338 objek vital termasuk masjid, pusat keramaian, dan tempat wisata berada dalam pengawasan ketat selama periode Lebaran.

Kegiatan koordinasi pengamanan dihadiri oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru beserta unsur Forum Koordinasi Pemerintah Daerah, yang juga mengapresiasi sinergi antara Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam menjaga keamanan selama Ramadan hingga Lebaran.

“Mari kita rayakan Idul Fitri dengan aman, tertib, dan penuh rasa syukur,” ujar Gubernur, sekaligus mengingatkan akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan.

Kepala Bidang Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan kesiapan sistem pelayanan yang berjalan tanpa henti.

“Command Center dan layanan 110 siaga 24 jam. Kami memastikan setiap laporan masyarakat ditangani cepat dan tepat,” ujarnya.

Polda Sumatera Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mengawal seluruh rangkaian Idul Fitri 1447 H hingga selesai, termasuk fase arus balik.

Keberhasilan pengamanan malam takbiran menjadi landasan untuk mewujudkan Mudik Aman, Perjalanan Lancar, dan Keluarga Bahagia bagi seluruh masyarakat di Bumi Sriwijaya(*/Andrian)