
Total kegiatan preemtif dan preventif selama operasi mencapai 30.956 rangkaian, meningkat 12,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025.
Kegiatan preventif bahkan melonjak 30,4 persen, menunjukkan penguatan kehadiran personel di lapangan untuk menekan potensi gangguan ketertiban umum dan keamanan masyarakat (kamtibmas) serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas.
Di sektor penegakan hukum, institusi ini melakukan transformasi berbasis teknologi melalui penerapan Sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).
Penindakan melalui ETLE mobile melonjak hingga 658 persen, sementara jumlah tilang manual menurun drastis 98,9 persen.
Perkembangan positif juga tercatat pada seluruh moda transportasi di wilayah Sumatera Selatan.
Penumpang bandar udara tumbuh 38 persen menjadi 178.522 orang, terminal bus naik 43 persen menjadi 70.301 penumpang, dan moda kereta api meningkat 17,4 persen.
Tren ini menunjukkan kepercayaan masyarakat yang semakin besar terhadap layanan transportasi publik selama musim mudik dan lebaran.
Arus kendaraan di jalan tol mencapai 459.476 unit, dengan pertumbuhan signifikan pada ruas strategis seperti Tol Terpeka dan Tol Indralaya–Prabumulih.
Namun, peningkatan mobilitas masyarakat berdampak pada kenaikan angka kecelakaan lalu lintas, dari 80 kasus tahun sebelumnya menjadi 129 kasus pada tahun ini – menjadi poin evaluasi utama untuk langkah ke depan.
“Selama 13 hari pelaksanaan, seluruh personel menjalankan tugas tanpa henti. Capaian yang diraih merupakan hasil dedikasi bersama dari semua pihak, namun peningkatan angka kecelakaan menjadi tanggung jawab kami untuk menyusun langkah perbaikan yang lebih optimal di masa mendatang,” ucapnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menyampaikan transparansi data sebagai bentuk akuntabilitas kepada publik.
“Kami sampaikan seluruh data operasi secara terbuka dan jelas. Ada capaian yang menunjukkan perkembangan positif, serta poin yang menjadi bahan evaluasi mendalam. Semua ini bagian dari komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.
Keberhasilan Operasi Ketupat Musi 2026 juga didukung oleh sinergi lintas sektor, dengan melibatkan ribuan personel gabungan dari Tentara Nasional Indonesia (TNI), pemerintah daerah, dan berbagai instansi terkait.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat yang masih dalam perjalanan arus balik untuk mematuhi peraturan lalu lintas, menjaga kondisi fisik prima, serta memanfaatkan layanan kepolisian melalui Call Center 110 kapan saja.
Dengan demikian, Operasi Ketupat Musi 2026 ditutup dalam kondisi aman dan kondusif.














