
Langkah strategis ini dilakukan melalui pendekatan berbasis desa yang didukung penuh oleh pemanfaatan teknologi digital, guna mempercepat pencapaian target Rencana Aksi Daerah (RAD) Penanggulangan TBC.
Komitmen kuat ini disampaikan secara resmi dalam kegiatan Rapat Koordinasi Pusat dan Daerah (Rakorpusda) Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan RI secara daring.
Wujud nyata dari komitmen tersebut tercermin dalam program unggulan Desa Siaga TBC yang telah diresmikan sejak 27 November 2025.
Hingga saat ini, capaian yang membanggakan telah tercatat dengan sebanyak 186 desa dari total 288 desa di wilayah Kabupaten Banyuasin telah menyatakan kesiapannya menjadi garda terdepan.

Selain penguatan peran desa, inovasi teknologi juga menjadi kunci utama keberhasilan. Pemerintah daerah telah mengembangkan sistem informasi digital bernama SERAMBE (Sistem Informasi Berbasis Elektronik).

Platform ini berfungsi sebagai pusat pemantauan dan pelaporan data kasus TBC secara real-time, sehingga memungkinkan pengambilan keputusan dan kebijakan yang lebih cepat, tepat sasaran, dan berbasis data akurat.













