Kegiatan ini dirancang untuk menyamakan persepsi dan memperkuat komitmen seluruh elemen pemerintah dalam mendorong penerapan pemerintahan digital terintegrasi yang efektif dan berkelanjutan.
Kartika Yanti mengungkapkan bahwa penerapan SPBE di wilayah tersebut telah menunjukkan perkembangan signifikan.
āPenilaian SPBE sebelumnya tercatat di angka 2,6 dan kini meningkat menjadi 2,9. Target yang ingin dicapai pada tahun 2026 adalah mencapai nilai 3,5,ā jelasnya.
Peningkatan nilai tersebut, lanjutnya, ditentukan antara lain oleh tingkat integrasi sistem dan layanan digital dari setiap OPD ke Diskominfo sebagai pusat pengelolaan SPBE.
āSaat ini masih terdapat beberapa OPD yang belum sepenuhnya bersinergi dengan Diskominfo sebagai sentral SPBE. Ke depan, integrasi dan kolaborasi antar perangkat daerah harus terus diperkuat agar penerapan pemerintahan digital berjalan secara optimal,ā tandasnya.
Melalui sosialisasi ini, pemerintah daerah berharap seluruh OPD dapat meningkatkan koordinasi dan sinergi dalam mendukung implementasi SPBE secara menyeluruh.
Sementara itu, H. Imansyah yang didampingi Kabid Teknologi Informasi dan Komunikasi Adi Kurniawan, menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan digital yang berdampak langsung bagi masyarakat.
āBukan hanya untuk bersinergi dan mencapai keseragaman arah kebijakan, kita perlu meninggalkan pendekatan sektoral dan beralih ke kolaborasi lintas perangkat daerah,ā ucapnya.

āKami berharap pada tahun 2027, seluruh OPD dapat tersinkronisasi dan bersinergi secara optimal melalui pendekatan digitalisasi,ā harapnya.
Dengan langkah strategis ini, Pemkab Pali terus berkomitmen untuk mengakselerasi transformasi digital guna memberikan pelayanan publik yang lebih baik, sekaligus menjawab tantangan perkembangan zaman dalam tata pemerintahan modern.Ā (*/Nandar)












