Langkah strategis ini diharapkan memperkuat efisiensi energi, mengurangi ketergantungan pada sumber energi fosil, dan menjadikan ikon religius serta budaya kota sebagai pelopor penerapan teknologi hijau di ruang publik.
Instalasi PLTS yang diberikan memiliki kapasitas 18 KWP, dengan fitur khusus yang memastikan aktivitas keagamaan dan kegiatan lainnya di Masjid Agung tetap berjalan lancar meskipun terjadi pemadaman listrik.
Bantuan ini merupakan wujud kontribusi nyata Perumda Tirta Musi terhadap kemajuan kota dan kesejahteraan masyarakat.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, mengapresiasi kontribusi Perumda Tirta Musi:
“Kami sangat menghargai upaya Perumda Tirta Musi yang telah membuktikan komitmennya melalui program CSR ini. Masjid Agung Palembang sebagai simbol penting bagi kota harus menjadi contoh nyata dalam pemanfaatan energi terbarukan. Rumah ibadah wajib menjadi pelopor dalam penerapan energi bersih dan pembangunan berkelanjutan, karena langkah ini tidak hanya mengoptimalkan anggaran pengelolaan listrik tetapi juga memperkuat identitas Palembang sebagai kota yang peduli lingkungan.”
Plt Direktur Utama Perumda Tirta Musi Palembang, M. Azharuddin, ST, menjelaskan tujuan mendasar dari bantuan ini:
Dengan hadirnya teknologi ini, Masjid Agung Palembang tidak hanya memperkuat peranannya sebagai pusat ibadah tetapi juga menjadi simbol transformasi menuju penggunaan energi bersih di Kota Palembang.
Inisiatif kolaboratif ini menjadi tonggak penting dalam upaya menciptakan kota yang lebih hijau dan berkelanjutan, sesuai dengan arahan pembangunan nasional dan lokal. (*/Andrian)














