
Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi Gerakan Indonesia Asri yang dicanangkan nasional, sekaligus langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kegiatan difokuskan di wilayah hukum Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Polres OKU Timur, Polres Musi Rawas, Polres Banyuasin, dan Polres Ogan Komering Ilir (OKI).
Tujuan utama kegiatan meliputi penambalan jalan berlubang, pembersihan fasilitas publik, serta penataan lingkungan masyarakat yang menjadi kebutuhan utama jelang meningkatnya aktivitas perjalanan masyarakat.
Di wilayah Polres OKU, kegiatan difokuskan di Jalan Lintas Garuda sekitar Jembatan Ogan 2, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Baturaja Timur.
Personel gabungan bersama unsur Balai Besar Jalan Nasional dan Dinas Lingkungan Hidup melaksanakan penambalan jalan serta pembersihan sampah di sepanjang ruas jalan lintas Sumatera.
Di OKU Timur, sekitar 120 personel gabungan melakukan kegiatan di Masjid Agung Sabilul Muttaqin dan Gereja Katolik Santo Martinus, Kecamatan Martapura.
Di Musi Rawas, kegiatan berlangsung di Jalan Jenderal Sudirman, Simpang Tiga Gedung Perpustakaan Desa F. Trikoyo, Kecamatan Tugumulyo.
Personel gabungan bersama unsur Kodim 0406, Satpol PP, serta masyarakat setempat melaksanakan penambalan jalan provinsi dan kabupaten.
Enam Polsek jajaran juga bergerak secara bersamaan untuk penyemenan jalan dan pembersihan fasilitas umum di wilayah masing-masing.
Di Banyuasin, sebanyak 65 personel gabungan dari Polres Banyuasin, Koramil Pangkalan Balai, Dinas PUPR, serta Dinas Perhubungan bekerja di Jalan Lintas Sumatera Palembang–Jambi KM 52, Kecamatan Banyuasin III.
Sebanyak 14 Polsek jajaran juga melaksanakan kegiatan serupa untuk memperbaiki ruas jalan yang menjadi prioritas masyarakat.
Di OKI, kegiatan dipusatkan di Jalan H. Nawawi Rd. Intan, Kelurahan Jua-jua, Kecamatan Kayuagung.
Personel gabungan bersama unsur Kodim 0402, Dinas PUPR, Satpol PP, dan Dinas Kebersihan OKI melaksanakan penambalan jalan menggunakan aspal curah dan mesin pengeras aspal.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum. menegaskan bahwa Program BelidA menunjukkan kehadiran Polri yang tidak hanya fokus pada keamanan, tetapi juga berkontribusi langsung pada kualitas lingkungan masyarakat.

“Polri harus hadir tidak hanya dalam urusan keamanan, tetapi juga dalam meningkatkan kualitas lingkungan hidup masyarakat. BelidA adalah bukti bahwa kami bekerja bersama rakyat, bukan hanya untuk rakyat,” tegasnya.
Kapolda juga menekankan agar seluruh jajaran menjadikan program ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, TNI, dan seluruh elemen masyarakat.
Penambalan jalan berlubang di sejumlah ruas jalan lintas Sumatera dan jalan kabupaten diharapkan mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan kelancaran mobilitas masyarakat selama masa mudik.
Selain itu, kegiatan pembersihan fasilitas publik dan tempat ibadah memperkuat nilai kebersamaan serta menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H. menyampaikan bahwa seluruh kegiatan berlangsung tertib dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

“Program BelidA yang kami laksanakan serentak ini merupakan wujud nyata semangat Polri yang menyatu dengan masyarakat. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan agar Sumatera Selatan semakin asri, sehat, dan nyaman untuk ditinggali,” ujarnya. (*/Andrian)











