
Kegiatan operasi difokuskan untuk memantau serta mengatur arus mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H di seluruh wilayah provinsi, dengan perhatian utama pada jalur rute strategis yang menjadi pilihan utama bagi pemudik.
Pemantauan intensif dilakukan di Jalur Lintas Timur (Jalintim) dan Jalur Lintas Tengah (Jalinteng) Sumatera, dua jalur yang menjadi tulang punggung pergerakan kendaraan mudik menuju dan keluar dari Sumatera Selatan.
Pada hari pertama pelaksanaan, kondisi lalu lintas di kedua jalur tersebut tercatat berjalan lancar dan terkendali dengan baik, tanpa adanya kemacetan yang signifikan.
Untuk antisipasi potensi peningkatan volume kendaraan yang berpotensi menyebabkan kepadatan, tol fungsional Musi Landas dan Pulau Rimau resmi dibuka mulai pukul 07.00 Waktu Indonesia Barat (WIB).
Langkah ini ditujukan khusus untuk mengurai arus kendaraan yang berpotensi memadat di kawasan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin.
Sebanyak 29 personel ditempatkan di kawasan pusat perbelanjaan, antara lain di depan gedung TVRI Palembang dan sekitar PS Mall Palembang, untuk memastikan kelancaran pergerakan kendaraan di area tersebut.
Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino menyampaikan hasil pemantauan yang dilakukan sejak pukul 08.00 hingga 16.00 WIB.
“Arus lalu lintas di Jalur Lintas Timur wilayah Banyuasin berjalan lancar. Pemantauan kami lakukan di empat titik strategis, yaitu Pos Pengamanan Talang Kelapa, Simpang Pulau Rimau, Pintu Tol Pulau Rimau, dan Simpang Y Tugu Polwan Betung,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolres Musi Banyuasin AKBP Ruri Prastowo mengkonfirmasi kondisi yang sama di wilayahnya.
Pemantauan dilakukan di enam pos yang tersebar di Jalintim dan Jalinteng, dengan empat pos di Jalintim dan dua pos di Jalinteng.
“Seluruh pos melaporkan bahwa arus kendaraan dalam kondisi lancar hingga malam hari,” katanya.
Di wilayah lain di Sumatera Selatan, jajaran Kepolisian Resor (Polres) juga gencar melakukan pengecekan terhadap pos pengamanan dan pos pelayanan.
Tujuan pengecekan adalah memastikan kesiapan personel serta kelengkapan fasilitas pendukung yang dibutuhkan selama pelaksanaan operasi.

Kabagops Polres Ogan Komering Ilir (OKI) Kompol Ricky Mozam bersama tim melakukan pengecekan di Pos Pengamanan Lempuing dan Pos Pelayanan Celikah, sekaligus mendistribusikan logistik tambahan bagi personel yang bertugas.
Pada tingkat pengendalian operasi pusat, Polda Sumsel menggelar rapat analisis dan evaluasi (Anev) melalui pertemuan virtual yang diikuti oleh 60 pos pengamanan dan pos pelayanan dari seluruh jajaran di Sumatera Selatan.
Rapat tersebut bertujuan untuk mengevaluasi kinerja hari pertama serta menyusun langkah antisipasi untuk hari-hari berikutnya.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa pelaksanaan hari pertama Operasi Ketupat Musi 2026 menunjukkan kesiapan yang maksimal dari seluruh jajaran kepolisian.
“Seluruh jajaran bergerak secara terkoordinasi untuk memantau situasi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Kondisi arus mudik pada hari pertama telah terbukti aman, lancar, dan terkendali,” ujarnya.
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengimbau masyarakat untuk selalu memantau informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas melalui kanal resmi yang dikelola oleh Polda Sumatera Selatan.
Ia juga mengingatkan agar pemudik memanfaatkan fasilitas pos pengamanan dan pos pelayanan yang tersebar di berbagai titik apabila membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.

Operasi Ketupat Musi 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai dari tanggal 13 hingga 25 Maret 2026.









