Kegiatan ini menghadirkan perwakilan dari berbagai tingkat pemerintahan, termasuk Wakil Bupati Ogan Ilir H. Ardani, S.H., M.H., Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru beserta Wakil Gubernur Cik Ujang, Ketua BPS Provinsi Sumatera Selatan Muhammad Wahyu Yulianto, para kepala daerah se-Provinsi Sumatera Selatan, dan jajaran perangkat daerah terkait.
Acara diawali dengan peluncuran resmi data statistik oleh Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti.
Dalam paparan resmi tersebut, dicatat bahwa perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen (year on year), sedikit di bawah target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 yang ditetapkan sebesar 5,2 persen.
Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2025 dinilai stabil meskipun menunjukkan variasi antar periode triwulan.
Gubernur Sumatera Selatan dalam arahan resmi menyampaikan bahwa capaian ekonomi dan sosial yang dirilis BPS merupakan hasil kolaborasi seluruh kabupaten dan kota di wilayah provinsi tersebut.
Ia menegaskan bahwa dinamika pembangunan daerah berperan krusial dalam mendukung kinerja ekonomi provinsi bahkan skala nasional.
“Data yang disampaikan menunjukkan bahwa Sumatera Selatan memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Wakil Bupati Ogan Ilir menyampaikan komitmen penuh Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir untuk menyelaraskan program pengentasan kemiskinan daerah dengan kebijakan pemerintah provinsi dan pusat.
Ia menekankan urgensi sinergi lintas sektor, penguatan basis data terpadu, serta intervensi program yang tepat sasaran guna mempercepat penurunan angka kemiskinan.
“Melalui rapat koordinasi ini, kami berharap terbangun kesamaan langkah dan strategi antar daerah. Pemerintah Kabupaten Ogan Ilir siap mendukung dan mengimplementasikan program-program pengentasan kemiskinan secara berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi masyarakat,” ungkapnya.
Kolaborasi yang solid antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota diakui sebagai pijakan utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat serta pembangunan yang inklusif di Sumatera Selatan.
Hal ini sejalan dengan tujuan rapat koordinasi yang digelar untuk memperkuat sinergi dan mempercepat pencapaian target pengentasan kemiskinan di seluruh wilayah provinsi. (*/Rudi)














