598 Lansia OKU Diwisuda: Wujudkan Lansia Smart yang Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif

598 Lansia OKU Diwisuda: Wujudkan Lansia Smart yang Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif

Baturaja, Radar Keadilan Sebanyak 598 warga lanjut usia dari berbagai wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengikuti acara wisuda Sekolah Lansia Tahun 2026 yang digelar pada Senin, 22 Juni 2026, di Gedung Kesenian Baturaja.

Kegiatan ini menjadi yang pertama dan terbesar se-Provinsi Sumatera Selatan, sekaligus bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten OKU dalam mewujudkan visi Lansia Smart-sehat, mandiri, aktif, dan produktif.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Para wisudawan berasal dari 13 kecamatan dan tercatat sebagai peserta di 17 lembaga Sekolah Lansia yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Program ini dirancang untuk membekali peserta dengan berbagai materi meliputi kesehatan, keterampilan hidup, pengetahuan keagamaan, hingga wawasan dan keterampilan digital, dengan metode pembelajaran yang disesuaikan agar ramah dan sesuai kondisi fisik serta kemampuan lansia.

Bupati OKU H Teddy Meilwansyah menyampaikan sambutan pada Wisuda Sekolah Lansia Tahun 2026, menegaskan komitmen mewujudkan Lansia Smart yang sehat, mandiri, aktif, dan produktif. | Untung Wahyudi, radarkeadilan.com

Bupati OKU, H. Teddy Meilwansyah, S.STP., M.M., M.Pd., menyampaikan rasa haru dan bangga atas antusiasme serta pencapaian para peserta.

“Ini membuktikan bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia. Lansia tidak hanya menunggu masa tua di rumah, tetapi tetap dapat belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa program ini sejalan dengan kebijakan nasional yang dicanangkan Presiden RI Prabowo Subianto untuk memberdayakan warga lanjut usia dan menjamin kesejahteraan mereka, sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas.

“Kami ingin memuliakan dan menghormati orang tua. Bagi kami, lansia bukanlah objek semata, melainkan subjek pembangunan yang tetap dapat bermartabat dan mandiri. Melalui program ini, kami berkomitmen penuh memperhatikan kesejahteraan mereka,” tegas Bupati yang didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten OKU sekaligus Pembina Sekolah Lansia, Zwesty Karenia Teddy.

Dalam kesempatan yang sama, Pemerintah Kabupaten OKU menerima apresiasi dan ucapan terima kasih secara resmi dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga atas inovasi dan dukungan yang diberikan bagi pengembangan Sekolah Lansia.

Bupati juga memberikan penghargaan kepada seluruh kepala sekolah dan pengelola Sekolah Lansia di 13 kecamatan sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi mereka.

Bupati OKU H Teddy Meilwansyah menyerahkan sertifikat kelulusan sekaligus memberikan ucapan selamat kepada salah satu wisudawan Sekolah Lansia Tahun 2026. | Untung Wahyudi, radarkeadilan.com

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKU, Burhanuddin Lubis, ST, menjelaskan bahwa hingga saat ini jumlah peserta aktif Sekolah Lansia telah mencapai lebih dari 1.000 orang.

Pemerintah daerah menargetkan jumlah lembaga dan peserta akan terus bertambah setiap tahunnya.

“Dengan terwujudnya lansia yang sehat, aktif, dan mandiri, beban keluarga dapat berkurang, dan mereka pun dapat menjadi teladan bagi generasi muda,” tambahnya.

Acara wisuda turut dimeriahkan dengan penampilan kesenian tradisional dan tarian dari perwakilan lansia Desa Tanjung Kemala, yang menampilkan semangat dan kemampuan mereka di hadapan para undangan.

Kegiatan ini dihadiri pula oleh Sekretaris Daerah Kabupaten OKU, Alva Elan, SST., MPSDA, perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Selatan, para camat, kepala desa, serta tamu undangan lainnya.

Perwakilan lansia menampilkan tarian tradisional dalam rangkaian acara Wisuda Sekolah Lansia Kabupaten OKU Tahun 2026, menunjukkan semangat dan kreativitas di usia senja. | Untung Wahyudi, radarkeadilan.com

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten OKU menegaskan langkah nyata untuk terus memberdayakan warga lanjut usia, menjadikan masa tua sebagai fase kehidupan yang tetap bermakna, berkualitas, dan memberikan kontribusi positif bagi kemajuan daerah(*/Untung)