Desa Makarti Tama Wakili OKU di Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumsel; Sekda Optimis Bawa Nama Daerah Makin Dikenal

Desa Makarti Tama Wakili OKU di Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumsel; Sekda Optimis Bawa Nama Daerah Makin Dikenal

Baturaja, Radar Keadilan Desa Makarti Tama, Kecamatan Peninjauan, ditetapkan sebagai perwakilan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dalam ajang Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumatera Selatan.

Kepercayaan ini diperoleh setelah desa tersebut berhasil meraih predikat terbaik melalui proses seleksi dan penilaian ketat di tingkat kabupaten.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Sekretaris Daerah Kabupaten OKU, Alva Elan S.ST., M.PSDA, mewakili Bupati OKU H. Teddy Meilwansyah S.STP., M.M., M.Pd., menyambut kedatangan Tim Penilai yang dipimpin oleh Rika Aprilisna S.T., M.Si, pada Jumat siang.

Sekda OKU Alva Elan menerima penyematan syal adat sebagai tanda kehormatan dan penyambutan resmi dari pengurus TP PKK Desa Makarti Tama dalam rangka kunjungan Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumsel. | Untung Wahyudi, radarkeadilan.com

Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang memperebutkan gelar juara, melainkan instrumen strategis untuk mengevaluasi kinerja pemerintahan desa, mempercepat pembangunan, memperkuat pembinaan kemasyarakatan, serta mendorong pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Sekda OKU Alva Elan yang mengenakan syal khas daerah bersalaman dan menyapa secara hangat pengurus TP PKK Desa Makarti Tama dalam rangkaian penilaian Lomba Desa Tingkat Provinsi Sumsel. | Untung Wahyudi, radarkeadilan.com

“Lomba Desa menjadi sarana mengukur keberhasilan pembangunan sekaligus menggalakkan inovasi yang tumbuh dari akar masyarakat. Desa berprestasi diharapkan dapat menjadi teladan dan inspirasi bagi desa-desa lain di seluruh wilayah,” ujar Alva Elan saat membacakan sambutan resmi Bupati OKU.

Ia menekankan bahwa capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh unsur di Desa Makarti Tama, mulai dari Pemerintah Desa, Badan Permusyawaratan Desa, TP PKK, kader pembangunan, tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, hingga seluruh warga yang menjunjung tinggi semangat gotong royong.

“Keberhasilan ini bukan milik satu pihak saja, melainkan buah dari kekompakan dan kebersamaan seluruh warga. Inilah modal utama untuk melangkah lebih jauh,” tambahnya.