Langkah strategis ini dirancang untuk memberikan layanan optimal kepada masyarakat sekaligus memastikan waktu ibadah berbuka puasa dan salat tarawih bersama keluarga tetap terjaga dengan kekhusyukan.
Kegiatan perdana digelar di Desa Bumi Agung, Kecamatan Lempuing, pada hari Rabu (25/2/2025).
“Safari Ramadhan tahun ini tetap bermakna penuh tanpa mengganggu fokus masyarakat dalam menjalankan ibadah. Pelaksanaan di siang hari dirancang agar malamnya warga dapat fokus menikmati waktu berbuka dan melaksanakan salat tarawih bersama keluarga,” tegas Muchendi.
Menurutnya, Safari Ramadhan bukan sekadar agenda tahunan bersifat seremonial.
Kegiatan ini berperan sebagai ruang dialog substansial antara pemerintah dan masyarakat untuk memahami kebutuhan yang sebenarnya.
“Pemerintah harus hadir secara langsung di tengah masyarakat. Kami tidak hanya membawa program pembangunan, tetapi juga mendengar langsung aspirasi dari warga. Dengan turun ke desa, kami mendapatkan gambaran jelas tentang apa yang benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat,” jelasnya.
Dalam kegiatan perdana, Pemerintah Kabupaten OKI distribusikan berbagai bantuan yang bermanfaat.
Bantuan tersebut mencakup bantuan untuk fakir miskin dan anak yatim dari Baznas, Al Quran untuk masjid, serta program bedah rumah bagi warga Desa Bumi Agung.
“Meski dalam kondisi anggaran yang terbatas, kehadiran pemerintah tetap terasa. Pelayanan administrasi akan berjalan terus-menerus, pembangunan akan terus kami upayakan, dan masyarakat harus merasakan manfaat nyata dari setiap langkah yang kami lakukan,” tegasnya.
Safari Ramadhan tahun ini dijadwalkan menyasar 20 titik di seluruh wilayah Kabupaten OKI, dengan setiap rombongan dipimpin langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati.
Selain mempererat silaturahmi dan menyerap aspirasi, kegiatan ini juga diintegrasikan dengan pelayanan publik melalui program Layanan Terpadu di Desa (Lentera Desa).
Layanan yang disediakan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis serta proses pengurusan dokumen kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK) secara langsung di lokasi.
“Di bulan suci yang penuh berkah ini, mari kita bersama-sama menjaga kekhusyukan dalam setiap ibadah. Sebagai pihak yang bertanggung jawab, pemerintah akan terus memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak pernah berhenti, bahkan semakin meningkat kualitasnya,” pungkas Muchendi.
Konsep inovatif ini diharapkan menjadi contoh sinergi yang kuat antara ibadah dan pelayanan publik, memberikan manfaat maksimal bagi seluruh warga OKI. (*/HS)














