Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bende Seguguk (RRBS) II pada Rabu, 4 Februari 2025, dengan partisipasi seluruh pengelola media sosial dari setiap OPD se-Kabupaten OKI.
Kegiatan dirancang untuk meningkatkan efektivitas penyampaian informasi publik melalui pengelolaan media sosial yang informatif, akurat, dan bertanggung jawab.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika OKI, Adi Yanto, menegaskan peran strategis yang diemban oleh setiap admin media sosial OPD sebagai ujung tombak komunikasi pemerintah daerah di ruang maya.
“Media sosial OPD bukan lagi hanya sarana publikasi kegiatan rutin, melainkan telah bertransformasi menjadi kanal komunikasi publik yang strategis. Setiap pengelola harus mampu menyampaikan informasi dengan kejelasan, kecepatan, dan kemudahan pemahaman bagi masyarakat, sekaligus menjaga citra positif pemerintah daerah secara konsisten,” jelasnya dalam sambutan resmi.
Menurut dia, pengelolaan media sosial yang profesional dan terkoordinasi secara menyeluruh akan mendukung pemerintah daerah dalam menyampaikan kebijakan serta program pembangunan dengan cara yang lebih efektif dan tepat sasaran.
Adi Yanto juga menekankan pentingnya sinergi yang erat antar seluruh pengelola media sosial OPD agar pesan-pesan terkait pembangunan yang disampaikan oleh Pemerintah Kabupaten OKI tetap selaras dan tidak terjadi tumpang tindih informasi.

“Melalui rembuk ini, kami berharap seluruh pengelola mendapatkan pemahaman yang seragam dalam mengelola konten, sehingga setiap informasi yang disampaikan selalu sejalan dengan arahan kebijakan serta panduan dari pimpinan daerah,” tambahnya.
Dengan pelaksanaan kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten OKI berkomitmen untuk menjadikan pengelolaan media sosial OPD semakin profesional, sekaligus menjadikannya sarana komunikasi publik yang transparan, edukatif, dan responsif terhadap kebutuhan informasi masyarakat luas.
Komitmen ini selaras dengan tujuan awal untuk mengoptimalkan komunikasi digital pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya memperkuat hubungan sinergis antara pemerintah dan masyarakat. (*/Yanto)










