Pada tahun 2026 ini, program tersebut menargetkan sebanyak 2.932 keluarga berisiko stunting untuk mendapatkan intervensi dan pendampingan.
Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten OKI, jumlah keluarga berisiko stunting (KRS) pada tahun 2025 tercatat mencapai 24.795 keluarga.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 12.955 keluarga masuk dalam kategori desil 1 atau kelompok masyarakat miskin yang menjadi prioritas utama penanganan.
Namun demikian, capaian realisasi program pada tahun sebelumnya dinilai masih belum optimal. Dari target 2.759 penerima manfaat pada 2025, baru terrealisasi sebanyak 406 keluarga atau sekitar 14,71 persen.
Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Kabupaten OKI, Iwan Setiawan, menegaskan bahwa program GENTING bukan sekadar pemberian bantuan, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan generasi bangsa.
“Program GENTING ini bukan sekadar bantuan, tetapi investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif. Kita harus memastikan intervensi tepat sasaran, khususnya pada keluarga miskin dan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Iwan menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap capaian tahun lalu guna meningkatkan sinergi dan partisipasi seluruh pihak, terutama dalam mendorong keterlibatan masyarakat sebagai orang tua asuh.
Program GENTING sendiri menyasar ibu hamil, ibu menyusui, dan balita dari keluarga berisiko.
Sementara itu, Sekretaris Dinas DPPKB Kabupaten OKI, M. Denim Alam Surawijaya, menjelaskan bahwa pelaksanaan program kini dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi melalui Sistem Informasi Peduli GENTING.
“Seluruh proses, mulai dari verifikasi data, penyaluran bantuan, hingga monitoring dan evaluasi, dilakukan secara terintegrasi melalui sistem. Ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan dapat dipantau secara berkelanjutan,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa keberhasilan program sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor.
“Keberhasilan GENTING sangat bergantung pada kolaborasi. Kami mendorong peningkatan partisipasi donor, validasi data yang akurat, serta sinergi antara pemerintah, mitra, dan masyarakat,” pungkasnya. (*/Heri)














