Rencana penanganan komprehensif disampaikan setelah rapat koordinasi penanganan lampu jalan dan penataan pedagang kaki lima yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Palembang, H. Aprizal Hasyim, pada hari Senin (30/3) di ruang kerja Dinas Perhubungan Kota Palembang.
Data yang diterima menunjukkan volume laporan kerusakan lampu jalan mencapai sekitar 80 kasus setiap hari, mencakup berbagai kondisi mulai dari total mati hingga penerangan yang kurang memadai.
“Hampir setiap hari kami menerima laporan lampu jalan, mulai dari mati hingga kurang terang,” jelas H. Aprizal Hasyim dalam keterangannya.
Untuk mempercepat dan menyelaraskan proses penanganan, pemerintah kota mengaktifkan sistem koordinasi berbasis grup WhatsApp yang menghubungkan seluruh koordinator lapangan dan pimpinan wilayah kecamatan.
Langkah ini dirancang untuk memastikan penjadwalan perbaikan dapat dilakukan secara merata dan tepat waktu di seluruh wilayah kota.
Selain itu, peran koordinator lapangan pada tingkat kecamatan akan dioptimalkan secara maksimal untuk menghindari tumpang tindih dalam pencatatan dan penanganan laporan. Kasus yang belum dapat ditangani pada hari yang sama akan dijadwalkan kembali untuk penanganan pada hari berikutnya.
Hal ini menjadi penting mengingat sebagian besar lampu jalan yang telah diperbaiki sering kembali mengalami gangguan padam akibat pemadaman listrik terencana atau penyesuaian daya yang dilakukan oleh pihak PLN.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan PLN agar perbaikan lebih maksimal,” tegas H. Aprizal Hasyim.
Sebagai dukungan dari sisi masyarakat, pemerintah kota mengimbau agar seluruh warga melaporkan kerusakan lampu jalan melalui saluran RT setempat, dengan menyertakan informasi lokasi yang jelas dan nomor kontak yang dapat dihubungi untuk memudahkan petugas melakukan tindak lanjut langsung ke lokasi.
Dengan berbagai upaya yang dilakukan, pemerintah kota berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan publik dan keamanan masyarakat melalui penyediaan fasilitas penerangan jalan yang optimal – sesuai harapan yang menjadi dasar prioritas program perbaikan ini. (*/Andrian)












