Sukoharjo, Radar Keadilan – Dalam upaya memaksimalkan kesiapsiagaan dan responsibilitas aparat, Polres Sukoharjo menyelenggarakan latihan simulasi penanganan situasi kontingensi, termasuk skenario unjuk rasa yang berpotensi berujung pada anarkisme.
Kegiatan ini dilaksanakan secara terintegrasi bersama lintas instansi terkait guna menguji kematangan koordinasi dan kemampuan personel dalam menghadapi skenario terburuk di lapangan.
Kapolres Sukoharjo, AKBP Anggaito Hadi Prabowo, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia guna menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
“Pada kesempatan ini, kami melaksanakan latihan simulasi penanganan kegiatan masyarakat yang berimplikasi pada situasi darurat, khususnya unjuk rasa yang berakhir anarkis. Dalam pelaksanaannya, kami berkolaborasi erat dengan pemerintah daerah, TNI, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya,” ungkap Kapolres.
Latihan digelar di lingkungan kompleks perkantoran pemerintah daerah setelah mendapatkan izin resmi dari Bupati Sukoharjo.
Pemilihan lokasi ini bertujuan untuk menciptakan suasana yang realistis dan mendekati kondisi sebenarnya jika insiden serupa terjadi di wilayah hukum Kabupaten Sukoharjo.
Melalui pelatihan ini, pihak kepolisian memastikan seluruh unsur terkait telah siap dan sigap mengantisipasi berbagai kemungkinan yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Meskipun segala persiapan ditujukan untuk menghadapi skenario terburuk, pihaknya berharap situasi tersebut tidak pernah terjadi dalam kehidupan nyata.
“Kami mempersiapkan segala kemungkinan sebagai langkah antisipatif. Namun, tentu kami berharap situasi kritis seperti ini hanya terjadi dalam simulasi latihan, bukan dalam realitas. Dengan sinergi yang solid antarstakeholder serta peningkatan kompetensi personel dan sarana prasarana, kami optimistis Kabupaten Sukoharjo siap mengamankan setiap situasi,” tegasnya.
Secara teknis, kegiatan ini merupakan bagian dari Pelatihan Pengendalian Huru-Hara (PHH) yang menerapkan tahapan penanganan standar operasional prosedur (SOP), mulai dari kondisi hijau (aman), kuning (siaga), hingga merah (anarkis).
Dalam simulasi tersebut, diperagakan secara detail peran negosiator, tindakan awal Dalmas, hingga penanganan tegas terhadap pelaku kerusuhan.
Selain strategi penanganan, personel juga mendemonstrasikan kemampuan bela diri, kekompakan tim, serta efektivitas penggunaan peralatan pendukung tugas.
Hasil evaluasi dari kegiatan ini akan dijadikan acuan untuk perbaikan dan pengembangan kemampuan di masa mendatang.
Sebanyak 519 personel dikerahkan dalam latihan ini, yang terdiri dari 400 personel Polres Sukoharjo serta dukungan 60 personel gabungan dari unsur TNI dan Pemerintah Daerah.
Dengan terselenggaranya latihan ini, diharapkan sinergitas antarinstansi semakin kokoh dan mampu memberikan jaminan keamanan serta rasa aman yang maksimal bagi seluruh masyarakat Sukoharjo dalam segala kondisi. (*/Gun)













