Pangkalan Balai, Radar Keadilan – Pemerintah Kabupaten Banyuasin berkomitmen penuh mengambil langkah strategis dan terukur untuk menekan laju inflasi daerah serta menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat.
Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah yang diselenggarakan secara virtual bersama Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia, di Ruang Rapat Bupati, Senin (25/5).

Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuasin, Ir. Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU, ASEAN Eng, didampingi Asisten II Banyuasin Ir. Alfian, M.M, Staf Ahli Bupati Dr. Drs. H. Ali Sadikin, M.Si, serta Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Sashadiman Ralibi, S.Ag., M.Si.
Berdasarkan hasil pemantauan pasar terkini, teridentifikasi sejumlah komoditas utama yang harganya bergerak di atas Harga Acuan Penjualan (HAP), antara lain beras medium, cabai rawit merah, dan jagung pakan ternak. Sementara itu, harga telur ayam ras tercatat masih berada di bawah batas acuan yang ditetapkan.
Selain komoditas yang mengalami kenaikan harga, sejumlah kebutuhan pokok lainnya berpotensi mengalami tekanan kenaikan dan masuk dalam kategori pemantauan ketat, meliputi gula pasir curah, daging ayam ras, pasokan beras medium di zona 1 dan 2, serta harga ayam ras pedaging.
Menanggapi kondisi tersebut, Sekretaris Daerah memaparkan sembilan strategi utama pengendalian inflasi daerah yang akan diimplementasikan secara menyeluruh.
Strategi tersebut mencakup pemantauan harga dan stok secara berkala, pengamanan pasokan, penggerakan program penanaman, pelaksanaan operasi pasar murah, pengawasan dan pemeriksaan langsung ke pasar, optimalisasi kerja sama antardaerah, pemberian subsidi biaya transportasi, hingga pemanfaatan Belanja Tak Terduga (BTT) sebagai langkah antisipasi.
Pemerintah Kabupaten Banyuasin menegaskan kesiapannya untuk mempercepat pelaksanaan seluruh kebijakan tersebut guna merespons secara cepat setiap gejolak harga yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
“Pengendalian inflasi harus dilaksanakan secara cepat, terukur, dan tepat sasaran. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah terkait diminta bergerak aktif dan bersinergi agar stabilitas harga terjaga dan daya beli masyarakat tetap aman,” tegas Ir. Erwin Ibrahim dalam paparannya.
Melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Pemerintah Kabupaten Banyuasin terus memperkuat koordinasi lintas sektor untuk menjamin ketersediaan stok bahan pokok, kelancaran jalur distribusi, serta keberhasilan pelaksanaan operasi pasar di seluruh wilayah kabupaten.
Langkah konkret ini menjadi bukti nyata upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga dan memastikan kesejahteraan masyarakat Banyuasin tetap terjaga di tengah dinamika harga pasar nasional. (*/Sangkut)









