
Kegiatan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru, bersama seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Sumatera Selatan.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kolaborasi lintas elemen menjadi fondasi krusial dalam menjaga kondusivitas wilayah.
“Sinergi ulama dan umara merupakan kekuatan strategis dalam menjaga stabilitas Sumatera Selatan. Polri hadir sebagai mitra masyarakat untuk memastikan harmoni sosial tetap terjaga,” tegas Kabid Humas.
Menurutnya, lembaga seperti LPTQ dan forum FU3SS memiliki peran sentral dalam memperkuat moderasi beragama serta mencegah potensi konflik sosial berbasis identitas.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sumsel, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumsel, Ketua Pengadilan Tinggi Palembang, Ketua Pengadilan Tinggi Agama, Danrem 044/Garuda Putra, Danlanal, Danlanud, serta Kepala Badan Intelijen Daerah Sumsel.
Keterlibatan lintas sektor menunjukkan komitmen kolektif dalam menjaga stabilitas sosial-keagamaan sebagai pondasi utama pembangunan daerah.
Stabilitas yang terjaga akan mendorong kelancaran pembangunan daerah, iklim investasi yang kondusif, serta penguatan ketahanan sosial masyarakat.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga situasi tetap aman dan harmonis. Stabilitas adalah tanggung jawab bersama,” tutup Kabid Humas.

Ajakan ini selaras dengan semangat awal kegiatan yang mengedepankan kolaborasi sebagai kunci keberlanjutan kondusivitas dan kemajuan daerah. (*/Andrian)










