Sulap Sampah Jadi Cuan: Pemkab OKI Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi Sejak dari Sumber

Sulap Sampah Jadi Cuan: Pemkab OKI Dorong Pengelolaan Sampah Bernilai Ekonomi Sejak dari Sumber

Berita, EKONOMI, OKI2915 Dilihat

Ogan Komering Ilir, Radar Keadilan Mengubah pandangan bahwa sampah bukan sekadar beban lingkungan, melainkan sumber daya bernilai ekonomi, menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Melalui Dinas Lingkungan Hidup, pemerintah daerah menggelar Seminar Pengelolaan Sampah bertajuk “Sulap Sampah Jadi Cuan” di Ruang Rapat Dinesti Land OKI pada Rabu, 17 Juni 2026.

banner"300x300"title"300x300" banner"300x300"title"300x300"

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Wakil Bupati OKI menyampaikan sambutan sekaligus membuka secara resmi seminar lingkungan hidup bertajuk “Sulap Sampah Jadi Cuan” guna mendorong pengelolaan sampah bernilai ekonomi dan berkelanjutan. | Heri Yanto, radarkeadilan.com

Wakil Bupati OKI, Supriyanto, menegaskan bahwa penanganan sampah tidak dapat lagi dipandang secara sempit.

Seiring meningkatnya volume limbah rumah tangga dan aktivitas ekonomi, pengelolaan yang tepat mampu mengubah tantangan menjadi peluang bagi kesejahteraan masyarakat.

“Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia harus menjadi pendorong kesadaran kolektif. Mari kita lihat sampah bukan hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, melainkan aset yang memiliki nilai guna dan nilai jual jika dikelola dengan benar,” ujar Supriyanto saat membuka acara.

Ia menyampaikan bahwa berbagai praktik di lapangan telah membuktikan efektivitas konsep tersebut.

Bank sampah, pengolahan limbah organik menjadi pupuk kompos, pembudidayaan maggot, hingga pembuatan kerajinan dari bahan daur ulang menjadi bukti nyata bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan warga.

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menerapkan langkah sederhana namun berdampak luas: mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, memilah sampah sejak dari rumah, sekolah, kantor, dan tempat usaha, serta mendukung pengembangan sistem ekonomi sirkular di wilayah setempat.

“Membangun budaya pengelolaan sampah adalah tanggung jawab bersama. Menjaga lingkungan hari ini berarti menjamin masa depan yang lebih sehat dan sejahtera bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup OKI, Muktaqid, menjelaskan bahwa seminar ini menghadirkan materi komprehensif, mulai dari teknik pemilahan sampah yang benar, pengolahan limbah organik menjadi kompos berkualitas, hingga cara membudidayakan maggot sebagai solusi pengelolaan limbah yang bernilai ekonomi tinggi.

Selain sesi penyuluhan, rangkaian kegiatan juga diisi dengan aksi bersih lingkungan sebagai bentuk kampanye nyata kepedulian terhadap alam.

Program ini mendapat dukungan aktif dari berbagai perusahaan dan pelaku usaha yang berkomitmen mendukung keberlanjutan lingkungan hidup di Kabupaten OKI.

Muktaqid menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman masyarakat serta mengoptimalkan peran bank sampah sebagai lembaga perantara ekonomi berbasis lingkungan.

“Dengan pengelolaan yang tepat, volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir dapat ditekan secara signifikan. Di sisi lain, masyarakat memperoleh manfaat ekonomi, dan capaian kinerja lingkungan Kabupaten OKI pada tahun 2026 dapat terus meningkat,” pungkasnya.

Seminar lingkungan hidup bertajuk “Sulap Sampah Jadi Cuan” digelar di Kayuagung sebagai wujud peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, mengedukasi masyarakat mengelola sampah menjadi sumber nilai ekonomi. | Heri Yanto, radarkeadilan.com

Melalui pendekatan ini, diharapkan pola pikir dan kebiasaan baru terbentuk secara bertahap.

Mengelola sampah dari sumber bukan hanya solusi jangka panjang mengatasi masalah lingkungan, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi seluruh warga Kabupaten Ogan Komering Ilir(*/Heri)