Acara berlangsung secara simbolis dengan penanaman benih pohon sorgum dan bunga matahari di Kampung Susu (Kampus) Kopi, Kecamatan Ampel, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Pers Mengabdi Untuk Negeri, Mendukung Ketahanan Pangan dan Pelestarian Lingkungan Hidup”, yang diarahkan untuk menjawab tantangan global terkait krisis ketahanan pangan dan degradasi lingkungan hidup.
Ketua Panitia Peringatan HKPS dan Munas SWI 2026, Prof. Dr. Ir. Supiyat Nasir, M.B.A, menegaskan bahwa isu pangan memiliki keterkaitan erat dengan geopolitik dan politik nasional yang menyentuh tingkat desa.
“Bayangkan jika dalam dua bulan ke depan tidak ada tenaga muda yang terlibat dalam sektor pertanian – hal ini menjadi pertanda bahaya yang memprihatinkan,” paparnya.
Prof. Nasir menjelaskan bahwa fenomena kurangnya regenerasi di sektor pertanian terjadi secara luas di seluruh Indonesia.
“Jika kondisi ini tidak segera diperbaiki, akan menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa,” tandasnya.
Menurut dia, program ketahanan pangan yang dilaksanakan bersama masyarakat Desa Banyuanyar bukan hanya bersifat simbolis.
“Kita mengkonsep kegiatan ini secara paralel, yang akan disambung pada puncak acara tanggal 19 Mei mendatang. Insyaallah, kami akan mengundang Presiden Republik Indonesia untuk hadir di lokasi ini,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa Desa Banyuanyar dijadikan titik awal (entry point) untuk memperluas program ketahanan pangan ke tingkat Kabupaten Boyolali, Provinsi Jawa Tengah, hingga seluruh Indonesia.
“Kegiatan penanaman hari ini tidak banyak dalam jumlah, namun memiliki makna besar sebagai fondasi bagi program yang lebih luas,” jelasnya.

“Tema yang diusung sangat luar biasa dan harus menjadi jawaban konkret terhadap tantangan global, bukan hanya sekedar slogan,” ujarnya.
Herry menegaskan peran strategis SWI dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Kami tidak hanya berperan sebagai pemberi informasi, melainkan akan lebih aktif menyuarakan suara petani, nelayan, dan pelaku ekonomi lokal. Pers harus berada di tengah sejarah pembangunan, bukan hanya di pinggiran,” jelasnya.

Perwakilan Bupati Boyolali, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Candra Irawan, S.STP., M.Si, menyampaikan apresiasi terhadap kegiatan SWI.
“Kampus Kopi di Desa Banyuanyar merupakan salah satu desa unggulan Kabupaten Boyolali. Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat branding desa dan kabupaten secara keseluruhan,” katanya.
Ia juga mengungkapkan harapan agar puncak acara HKPS dan Munas SWI 2026 dapat menghadirkan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.
“Masyarakat Boyolali sangat mengharapkan kehadiran Bapak Presiden. Semoga acara berjalan lancar dan jadwal kedatangan beliau dapat terpenuhi, sehingga memberikan dampak positif besar bagi masyarakat lokal,” paparnya.

Kepala Desa Banyuanyar, Komarudin, ST, menyambut baik seluruh rangkaian kegiatan SWI hingga puncak acara.
“Insyaallah, kami akan memberikan dukungan sepenuhnya sesuai dengan kemampuan desa. Setiap gerakan yang dilaksanakan di Banyuanyar selalu mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat,” tandasnya.

Sebagai kesimpulan, kegiatan kick off ini menandai langkah konkrit SWI dalam mengemban tanggung jawab sosial dengan mengaitkan peran pers dengan pembangunan sektor esensial bagi negara.
Harapan besar terhadap kehadiran Presiden menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara lembaga pers, pemerintah, dan masyarakat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan kelestarian lingkungan hidup. (**)
#KickoffmenujuHKPS & MUNASWI2026
Rilis Nomor :025/HUM-DPP/SWI/I2026
Jum’at : 06/1/2026
Time : 22.45 WIB













