Sekitar 30 orang peserta aksi hadir menyampaikan aspirasi terkait sejumlah isu pengelolaan anggaran dan administrasi pemerintahan yang menjadi perhatian publik.
Dalam orasinya, pihak pengunjuk rasa menyoroti beberapa poin krusial, meliputi dugaan kesalahan input data pada pengadaan mesin genset, jumlah penyewaan kendaraan dinas jenis SUV, serta belanja jasa tenaga ahli untuk staf khusus Bupati.
Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Bagian Umum Setda Musi Banyuasin, Rina Dewi Kelana, S.E., M.Si., yang didampingi oleh Asisten II, memberikan penjelasan rinci langsung di hadapan massa.
Terkait kendaraan dinas, Rina menjelaskan bahwa terdapat lima unit kendaraan SUV yang disewa, dengan rincian satu unit untuk mendukung kinerja Sekretaris Daerah dan empat unit lainnya untuk Kepala Bagian, dengan Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Yusrizal Daud, S.Pd.I.
Sementara itu, terkait belanja jasa tenaga ahli, ia menegaskan bahwa seluruh proses telah dirancang dan dilaksanakan secara sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Sementara itu, Asisten II Setda Musi Banyuasin, Alva Elan, S.STP., MPSDA, menyambut baik partisipasi aktif masyarakat dalam mengawal pembangunan.
Setelah mendengar penjelasan dan klarifikasi secara langsung, pihak GPS menyatakan kepuasannya dan menerima jawaban yang diberikan.
Meskipun demikian, mereka tetap menegaskan peran sebagai kontrol sosial untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas ke depan.
Aksi demonstrasi pun ditutup dengan tertib dan damai, mencerminkan pelaksanaan hak menyampaikan pendapat di muka umum yang sesuai dengan aturan dan etika yang berlaku. (*/Desi)











